logo


Dituding Berselingkuh, Bakal Capres AS Ini Sebut Donald Trump Sebarkan Fitnah

Fitnah tersebut mengemuka sehari setelah bakal capres ini menolak mendukung Donald Trump jika menang dalam konvensi

26 Maret 2016 09:20 WIB

Bakal Calon Presiden Amerika Serikat, Ted Cruz (IST)
Bakal Calon Presiden Amerika Serikat, Ted Cruz (IST)

WISCONSIN, JITUNEWS.COM - Rafael Edward "Ted" Cruz atau akrab disapa Ted Cruz, bakal calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik ini marah setelah dituding berselingkuh dengan lima wanita sekaligus oleh rivalnya, Donald Trump.

Menurut Cruz, isu perselingkuhannya dengan lima wanita itu muncul dalam pemberitaan National Enquirer.

Dengan nada tinggi, Cruz mengatakan, berita di media tersebut sebagai "berita sampah" dan menganggap media tersebut sebagai "antek" dari Donald Trump.


Politikus PDIP Kritik Jokowi, Demokrat: Partai Koalisi Pemerintah Siuman

"Sampah ini tidak termasuk dalam politik," ungkap Cruz kepada wartawan saat berkampanye di Wisconsin seperti dikutip Reuters, Wisconsin, Jum'at (25/3) kemarin.

Dua dari lima wanita yang diberitakan berselingkuh dengan Cruz telah membantahnya. "Cerita National Enquirer ini adalah sampah. Hal ini kebohongan lengkap. Ini adalah tabloid fitnah. Dan fitnah itu datang dari Donald Trump dan kaki tangannya," ujar Cruz.

Cruz menyebutkan, Donald Trump memang suka menyebar fitnah. "Anda tahu, Donald gemar memberi julukan pada orang, dengan pola ini, dia tidak perlu heran melihat orang memanggilnya 'Sleazy Donald' karena itu adalah benteng pertama dan terakhir untuk beralih ke pekerjaan buruk," imbuh Cruz.

Laporan media itu muncul sehari setelah Cruz menolak untuk mendukung Trump jika memenangkan bursa capres di Partai Republik. "Saya akan mengatakan ini, saya tidak membuat kebiasaan mendukung orang yang menyerang saya, istri dan keluarga saya," katanya.

Selain itu, Cruz juga menegaskan, Trump tidak akan menjadi capres dari Partai Republik.

Tanggapi Andi Arief soal 'Koalisi Siuman', PPP: Itu Namanya Kepedean

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin