logo


Hebat! Mahasiswi USU Ciptakan Obat Diabetes dari Tebu

Hasil uji coba laboratorium bagus. Enam ekor tikus pengidap penyakit gula sembuh setelah diberikan Kolagit

23 Oktober 2014 13:50 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kegemaran mengamati tanaman sejak kecil membuat mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU), Gita Adinda Nasution pun hobi meramu obat-obat herbal. Salah satu karya fenomenal dia adalah obat diabetes yang diramu dari tanaman tebu. Obat itu pun kini diburu banyak orang.

Gita mengaku banyak menghabiskan waktu di pekarangan untuk mencari tumbuh-tumbuhan. Terutama yang berkaitan dengan apa yang dibacanya di perpustakaan. “Kadang kalau pulang sekolah yang dibawa itu ada saja. Ada jamur, rumput, dan apa saja lah. Setelah itu tumbuh-tumbuhan tersebut dibuat eksperimen,” sambung Lismawarti.

Penemuan Kolagit itu sendiri bermula saat Gita sudah tak tega melihat ayahnya yang jatuh sakit karena diabetes. Saat itu Gita masih duduk di kelas VI SD. Diabetes terus menggerogoti tubuh Bisman hingga kadar gulanya mencapai 450. Sampai jalan pun dia sudah tak sanggup.


Perkenalkan! Tapika, Tepung Roti dari Talas, Pisang, dan Kacang Hijau

 “Awalnya, untuk mengobati ayah, segala obat herbal sudah saya uji cobakan, tapi ya tak ada hasilnya. Melihat kondisi ayah, aku bulatkan tekat, ingin buat obat yang tidak ada larangannya. Artinya ayah dapat makan enak sesuai selera. Setiap hari aku ke perpustakaan untuk belajar kesehatan, umumnya belajar buku kesehatan ala Hembing. Lalu eksperimen sederhana di rumah, tanpa bantuan orang lain,” ungkap Gita.

Dia mengklaim, selain sang ayah, Bisman Nasution, yang menjadi pasien pertama, sudah ratusan penderita lain yang sembuh setelah mengonsumsi kolagit dalam beberapa hari.

“Saya melakukan 15 kali eksperimen, mulai dari pola makan ayah yang saya atur, termasuk obat minuman jus dan terapi.  Waktu masih kelas tiga SMP, saya sudah pasrah dan capek. Hanya berserah diri pada Allah. Tiba-tiba saya menemukan ide, yang sebenarnya konyol. Ibaratnya kalau gagal masuk jurang. Saya berpikir penyakit polio dapat diobati melalui vaksin polio, orang digigit ular dapat sembuh dari racun ular juga. Jadi tidak ada salah mencoba membuat riset dari gula,” paparnya

Gita menjelaskan pada senyawa gula pasti ada senyawa yang dapat mengatasi sakit diabetes, hanya saja harus menemukan bahan campuran yang dapat memperbaiki senyawa itu. Setelah cukup lama mengutak-atik penelitian pada kelas tiga SMP, Gita  menemukan kolagit dari gula tebu.

“Saya coba untuk diri sendiri. Setelah beberapa kali mencoba rasanya enak seperti kopi, karena obatnya dalam bentuk serbuk  cokelat, persis seperti kopi. Saat kenaikan ke kelas tiga SMA, obatnya baru dipublikasi dan di uji secara preklinis dan klinis di lab Farmasi USU,” terangnya.

Hasil uji coba laboratorium bagus. Enam ekor tikus pengidap penyakit gula sembuh setelah diberikan Kolagit. Bahkan kolagit lebih ampuh dari obat diabetes hasil kimia, Dibin Klamit.

Anak ketiga dari pasangan Bisman Nasution dan Lismawarti ini mengungkapkan kolagit dikonsumsi setelah makan. Beda dengan obat diabetes lain yang dikonsumsi sebelum makan. Gita menjelaskan tak semua penderita  yang kekurangan hormon insulin. Ada yang memiliki hormon insulin, tapi rangsanganya kurang.

“Kerja obatnya pada bagian darah untuk mengaktifkan hormon insulin. Awalnya saya bingung karena tidak ada jurnal internasional yang mendukung asumsi pribadi saya” katanya.

Setelah ayahnya rutin mengonsumsi kolagit selama 4,5 tahun, Bisman sembuh. Beberapa orang yang mengonsumsi Kolagit, baik di Sumut, Jakarta, hingga Arab Saudi, juga merasakan kesembuhan. kolagit diklaim menetralisir/menurunkan kadar gula darah, memperbaiki/memperjelas penglihatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengencangkan kulit, melancarkan pencernaan, sebagai asupan energi.

Untuk bisa mendapatkan Kolagit, pembeli harus memesan dahulu. Namun Gita belum berhasil mematenkan kolagit temuannya.

Capai Ketahanan Pangan, Direktur Indofood: Perbanyak Riset Pertanian

Halaman: 
Penulis : Riana,
 
×
×