logo


Soal Satwa Dilindungi, Melanie: Kita Akan Terus Kampanye Agar Orang Kaya Bego Itu Sadar!

Melanie menyadari kesadaran masyarakat atas keseimbangan lingkungan hidup masih sangat kurang

21 Maret 2016 17:29 WIB

Melanie Subono. (Ist)
Melanie Subono. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyanyi yang dikenal juga sebagai aktivis lingkungan hidup, Melanie Subono, ternyata memiliki komitmen tinggi terhadap masalah lingkungan Indonesia. Baru-baru ini pun, putri promotor Adrie Subono ini pun mengapresiasi kerja penyidik Bareskrim Polri yang sudah berhasil mengungkap perdagangan kulit satwa dilindungi seperti harimau Sumatera dan buaya di Jakarta.

Dikatakan Melanie, tindak pidana menyangkut satwa dilindungi ini masih banyak yang belum tersentuh hukum. Malah menurutnya, masih ada petinggi negara yang terang-terangan memelihara satwa dilindungi di kediamannya. Melanie pun mengungkapkannya dengan nada sinis. 

“Masih banyak kok ternyata pejabat negara ini yang di rumahnya memelihara satwa dilindungi. Nah, yang kayak begitu bagaimana, tuh?,” ujarnya, seperti dikutip kompas.com beberapa waktu lalu, 


Mendulang Untung dari Budidaya Ayam Hias, Tertarik?

Melanie pun menceritakan salah satu pengalamannya saat ke dokter hewan di daerah Pondok Indah Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Kala itu Melanie terkejut bukan main saat ada anak seorang pejabat yang membawa anak kanguru untuk diobati di dokter hewan itu. 

“Gue bingung, ini anak ngebawanya pakai apa ke Indonesia. Kok bisa? Ternyata dia bawa pakai private jet, dan di rumahnya ditempatkan satu kandang dengan anjingnya, coba,” tandasnya geram.

Atas kejadian ini, Melanie pun menyadari kesadaran masyarakat atas keseimbangan lingkungan hidup masih sangat kurang.

Ke depannya, ia berharap penegakan hukum atas kejahatan lingkungan hidup ini tidak hanya menyasar pelaku dari kalangan bawah saja tetapi juga dari segala tingkatan.

“Sebenarnya, selama pasar masih ada, kejahatan ini akan terus ada juga. Makanya, kita akan share terus kampanye kejahatan ini supaya orang-orang kaya yang bego itu sadar,” pungkas Melanie.

Soal Penyebab Kematian Sapi di NTT, Ini Klarifikasi Dirjen PKH Kementan

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana