logo


Para Suami di Jawa Barat Diduga Homoseksual dan Biseksual

Seorang Psikolog merasakan adanya kejanggalan dengan skala dan data yang ia temukan

20 Maret 2016 19:10 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terkait dengan kasus LGBT yang baru-baru ini ramai diperbincangkan, salah seorang Psikiater Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin, Bandung, Teddy Hidayat, merasakan adanya kejanggalan dengan skala dan data yang ia temukan. Ia mengaitkan skala itu pada data lain tentang trend kasus baru AIDS di Jawa Barat.

“Bisa beristri tapi hanya formalitas saja. Suami homoseks ada yang terlihat normal, punya istri dan anak,” kata Teddy Hidayat.” kata Teddy yang juga aktif dalam kegiatan penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Barat.

Berdasarkan info yang dilansir dari tempo, data Komisi Penanggunggalan AIDS Jawa Barat menyebutkan bahwa grafik orang dengan HIV AIDS (ODHA) mengalami peningkatan yang sejalan antara penularan kasus baru pada kelompok homoseks lelaki atau lelaki suka lelaki (LSL) dengan penularan pada wanita risiko rendah, yakni ibu rumah tangga. 


Happy Wonderland, Acara Seru untuk Ortu dan Anak Persembahan Nestle Lactogrow

Pada 2011, homoseks lelaki yang terjangkit HIV dan mengidap AIDS sebanyak 68.175 orang dan meningkat menjadi 153.771 orang pada 2016. Garis grafik kenaikannya sejajar dengan kasus HIV AIDS pada kalangan wanita berisiko rendah atau ibu rumah tangga, yakni 190.349 orang pada 2011, menjadi 279.276 orang pada 2016.

“Kondisi ini perlu dikaji lebih dalam soal kemungkinan terjadinya penyebaran HIV AIDS dari kelompok homoseks lelaki ke populasi umum,” ujar Teddy.

Sementara itu, berdasarkan Kinseys Heterosexual-Homosexual Rating Scale dari 0-6, skala 0 menunjukkan heteroseksual (penyuka lawan jenis) murni, dan skala 6 merupakan homoseksual tulen. Adapun kalangan di skala 1-5, merupakan biseksual yang melakukan aktivitas seksual dengan lawan dan sesama jenis. 

 

Sejumlah Desainer IMFD Pamer Karya di Ajang Asia Islamic Fashion Week 2017

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah