logo


Sentuhan Inovasi ala Kampung Bebek

Layaknya swalayan, Kampung Bebek merupakan etalase yang menyediakan beragam produk yang dibutuhkan masyarakat

18 Maret 2016 14:23 WIB

Peternakan bebek di Kampung Bebek. (Istimewa)
Peternakan bebek di Kampung Bebek. (Istimewa)

SIDOARJO, JITUNEWS.COM - Menjamurnya industri modern tak membuat peternak bebek di Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, beralih profesi. Berbekal warisan tradisi yang disempurnakan sentuhan inovasi, mereka berdikari mengembangkan Kampung Bebek sebagai peretas jalan ekonomi. 

Pengurus Kelompok Tani Sumber Pangan, Sulaiman, mengatakan, sebelum Kampung Bebek dicanangkan, tak sedikit warga di Desanya yang merantau ke kota untuk mencari peruntungan. Namun, kini sebagian besar warganya selain menjadi petani juga seorang peternak bebek sukses. 

Menurut Sulaiman, peternak di Kampung Bebek beranega ragam, ada peternak yang konsentrasi pada produksi telur, ada yang fokus membudidayakan bebek dan ada pula yang memilih memproduksi dan menjual telur asin karena dirasa cepat memberikan keuntungan.


Mendulang Untung dari Budidaya Ayam Hias, Tertarik?

“Selain produksi telur mentah, peternak di sini juga telah menginovasinya menjadi telur asin karena harga jualnya lebih mahal. Apabila telur mentah dihargai Rp 2.500 s/d Rp 2.600 per butir, telur asin siap makan bisa Rp 3.000 hingga Rp 3.100 per butir,” tutur Sulaiman.

Model inovasi lain yang diterapkan Kampung Bebek ialah model pasar modern. Seperti layaknya swalayan, Kampung Bebek merupakan etalase yang menyediakan beragam produk yang dibutuhkan masyarakat.

“Di sini, selain telur asin mentah dan telur asin mateng, ada juga bebek potong. Warga kampung juga bahkan sudah mengembangkan varian produk telur asin seperti telur asin asap atau bakar, goreng, oven dan kukus,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, warga pun juga berinovasi pada pakan bebek dengan menambahkan ikan kecil dan kepala udang. Inovasi tersebut menurut Sulaiman ternyata mampu memperkaya rasa telur asin. 

“Contohnya seperti telur asin yang ada rasa udangnya, kepiting dan telur asin gurih,” pungkas Sulaiman.

 

 

Soal Penyebab Kematian Sapi di NTT, Ini Klarifikasi Dirjen PKH Kementan

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Riana