logo


7 Jenis Ikan Hias Air Tawar Terpopuler

Dipilih untuk dibudidayakan karena lebih mudah ketimbang ikan laut

23 Oktober 2014 11:40 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ikan sungguh banyak jenis dan ragamnya, baik dari air tawar maupun dari laut. Namun kali ini, kita hanya akan membahas ikan hias air tawar saja. Menurut catatan  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ada lebih dari 1.100 spesies ikan hias air tawar yang diperdagangkan secara global. Di Indonedia sendiri, terdapat 400 spesies dari jumlah tersebut. Akan tetapi, tidak semua jenis yang dibudidayakan oleh masyarakat kita. Hanya ada 90 jenis saja yang sering dibudidayakan.

Ikan hias air tawar dipilih untuk dibudidayakan karena lebih mudah ketimbang ikan laut, dan biayanya pun lebih murah. Budidayanya pun bisa dalam skala rumahan, jadi tidak memerlukan dana dan fasilitas yang besar. Ada sekitar 7 ikan hias air tawar yang paling populer yang sering dibudidayakan, yaitu ikan Arwana, Cupang, Louhan, Koki, Koi, Discus dan Guppy.


Ikan Arwana
Arwana memiliki nama latin Scleropages sp, ikan ini merupakan salah satu ikan endemik Indonesia. Dulu, ikan ini hanya bisa didapatkan dengan cara berburu di alam bebas di perairan air tawar di Kalimantan dan Papua, namun saat ini sudah bisa dibudidayakan. Harga ikan arwana bisa sangat tinggi sekali, harga per ekornya saja bisa mencapai jutaan rupiah, terutama untuk jenis-jenis tertentu. Pusat budidaya ikan Arwana sendiri ada di Kalimantan dan Sumatera.


Ikan Cupang
Nama latin dari ikan ini adalah Betta sp, ikan ini adalah satu jenis ikan air tawar endemik negara-negara di Asia Tenggara. Di alam bebas, Cupang dapat berkembang baik di rawa-rawa daerah tropis. Meskipun dengan air dan oksigen yang sedikit, ikan ini masih bisa untuk hidup. Maka dari itu, Cupang dapat dipelihara dalam toples kecil dan tidak memerlukan mesin penghasil gelembung (aerotor). Selain dipelihara sebagai ikan hias, terkadang Cupang juga dipelihara untuk dijadikan aduan. Meskipun warna sisik dan siripnya yang cantik berkilauan, Cupang juga memiliki sifat yang agresif. Ikan ini bisa melangsungkan pertarungannya melawan ikan lain selama berjam-jam, dan ia pun bisa merobek-robek lawannya.


Ikan Louhan
Ikan yang dikembangkan pertama kali di Malaysia ini adalah hasil persilangan dari berbagai jenis ikan Cichlid, dan ikan ini tidak ditemukan di alam bebas. Selain di Malaysia, Louhan juga dikembangkan di Taiwan. Namun, kini ikan Louhan sudah menyebar ke berbagai Negara. Orang menyukai ikan ini karena sisiknya yang cantik dan benjolan di kepalanya. Namun meskipun demikian, ikan ini memiliki sifat yang agresif dan bisa menjadi predator bagi ikan lainnya.

Ikan Koki
Ikan yang bernama latin Carrasius Auratus ini masih kerabat dengan ikan mas. Ikan ini dipopulerkan oleh bangsa Jepang, namun sebenarnya ikan ini adalah ikan hias khas di Cina. Di Indonesia sendiri, pusat produksi dan budidaya ikan ini ada di daerah Tulungagung, Jawa Timur. Kota ini memproduksi lebih dari 55 juta ekor setiap tahunnya, sebagian besar ditujukan untuk pasar domestik, sebagian lainnya untuk di ekspor.


Ikan Koi
Ikan koi pertama kali dipopulerkan di Jepang, kira-kira pada tahun 1820, orang jepang berhasil menyilangkan strain ikan mas menjadi ikan dengan warna merah dan putih yang cantik. Ikan yang memiliki nama latin Cyprinus Carpio L ini adalah ikan hias air tawar yang cocok di kolam, bukan untuk di akuarium. Karena ikan koi terlihat indah warnanya apabila dilihat dari atas. Selain itu, ikan koi juga memerlukan ruang gerak yang luas.


Ikan Guppy
Ikan ini sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya, sehingga penyebaranya sangat cepat di dunia. Guppy yang memiliki nama latin Poecilia Reticulate ini merupakan ikan asli dari Amerika Tengah dan Selatan, masuk ke Indonesia sekitar tahun 1920-an. Ikan ini bereproduksi secara internal dengan cara memasukkan organ Gondopodium yang berada pada sirip anal ke dalam organ telur betina, untuk itu ikan ini sangat mudah untuk dibudidayakan. Ikan betina sendiri memiliki kemampuan untuk menyimpan sperma dalam tubuhnya, sehinga bisa hamil hingga 3 kali dalam satu kali perkawinan, jarak antar kehamilan berlangsung 1-5 minggu. Seekor indukan betina dapat menghasilkan sekitar 30-100 burayak dalam satu kali kelahiran.


Ikan Discus
Ikan Discus atau Symphysodon Discus ini memiliki bentuk seperti piringan (disc) dengan warna-warni yang atraktif. Ikan ini berasal dari perairan Amazon, karakteristik ikan hias air tawar ini sangat tenang dan gerakannya lembut, sehingga disebut raja akuarium. Ikan Discus yang paling besar bisa mencapai diameter 15 cm, Discus sangat cocok dikembangbiakan di iklim tropis dengan suhu air 25-30oC. Untuk pemeliharaannya dalam akuarium harus sedikit telaten, karena ikan Discus mudah stress.

KKP Harapkan Dukungan AS Dalam Pengawasan Perairan

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Riana