logo


Tangkal Penyimpangan Distribusi Pupuk Dengan Kartu Tani

300 Kartu Tani telah dibagikan

17 Maret 2016 16:06 WIB

Ilustrasi kartu tani. (dok. suaramerdeka.com)
Ilustrasi kartu tani. (dok. suaramerdeka.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kartu Tani mulai diujicobakan di Jawa Tengah. Launching uji coba kartu tani pun dilaksanakan di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dikutip dari laman web masganjar (milik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo), Kamis (17/3), dalam launching itu sebanyak 300 Kartu Tani dibagikan untuk petani yang tergabung pada lima kelompok tani.  

Ganjar mengatakan, Kartu Tani ini merupakan solusi untuk menutup penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi ke para petani. "Petani itu selalu menemui kendala kelangkaan pupuk bersubsidi saat masa pemupukan. Setelah dianalisis, ternyata masalahnya ada pada sektor distribusi," ujar Ganjar.  

Lebih detail, Kartu Tani ini digunakan sebagai alat penebusan dan pembayaran pupuk bersubsidi bagi petani di Provinsi Jawa Tengah. Di samping itu juga dapat mewujudkan distribusi pupuk bersubsi disesuai dengan asas "enam tepat". "Dengan begitu, distribusi pupuk bersubsidi dapat benar-benar diterima petani yang berhak," tambah Ganjar.


Mendekati Hari-H Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Daging

Asas enam itu adalah tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga. Selain itu, Kartu Tani juga memudahkan petani untuk menikmati layanan perbankan. "Setiap anggota/ petani hanya akan menerima jatah alokasi sesuai dengan yang tercantum dalam sistem," tukas Ganjar.

Perlu diketahui, bila kebutuhan pupuk bagi para petani bisa terjamin, pada akhirnya target produksi yang telah ditetapkan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah akan dapat diwujudkan. Petani pun makin sejahtera.

 

Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro