logo


Anang Hermansyah Minta Pemerintah Inisiasi Dialog Antar Pelaku Kreatif Lintas Politik

Anang menyebut pendekatan seni dan budaya jauh lebih mudah mengkonsolidasikan kekuatan pelaku kreatif.

17 Maret 2016 13:52 WIB

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah. (Foto: dpr.go.id)
Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah. (Foto: dpr.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah dimulai awal tahun 2016 ini. Soliditas seluruh sumber daya manusia (SDM) mutlak dilakukan. Tak lagi relevan dikotomi kelompok politik dengan paramater Pemilu 2014 lalu.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan untuk menghadapi MEA, konsolidasi seluruh stakeholder khususnya di pelaku kreatif mutlak segera dilakukan. Menurut dia, pemerintah memiliki kewajiban untuk menggandeng seluruh potensi yang ada. 

"Badan Ekonomi Kreatif bersama Kemenpora dan Kemendikbud semestinya dapat mengambil inisiasi  untuk melakukan rembug budaya dan seni dengan melibatkan seluruh kekuatan pelaku kreatif Indonesia," ujar Anang lewat keterangan pers kepada Jitunews.com, di Jakarta, Kamis (17/3). 


Anang Desak Pemerintah Setujui RUU Ekonomi Kreatif

Langkah tersebut mendesak untuk dilakukan, karena menurut Anang, kondisi saat masih kental dirasakan dikotomi kekuatan politik, khususnya di pelaku kreatif antara pendukung Jokowi dan Prabowo dalam Pilpres 2014 lalu.

"Kalau masih menggunakan pendekatan politik dan paramater Pemilu 2014, saya pesimistis ekonomi kreatif akan maju. Kita akan tertinggal jauh dari negara-negara tetangga. Ujungnya kita hanya jadi pasar saja, tidak lebih," tegas politisi PAN. 

Padahal sambung Anang, pendekatan seni dan budaya jauh lebih mudah dalam mengkonsolidasikan kekuatan pelaku kreatif. Oleh karenannya, Anang berharap pemerintah dapat menginisiasi upaya konsolidasi terhadap pelaku di sektor kreatif ini. "Tugasnya pemerintah itu menyatukan seluruh komponen. Bukan malah menceraiberaikan komponen yang ada," tandas Anang.

Sejumlah Selebriti Masuk Parlemen, Anang Sebut Mereka Jadi Jembatan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah