logo


Impor Sapi Berdasarkan Zona Bisa Timbulkan Effort Beragam

Hal itu dilakukan menyusul akan disahkannya amendemen UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan He

23 Oktober 2014 11:08 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kementerian Pertanian masih mengkaji mekanisme pembentukan pulau karantina untuk impor sapi berbasis zona yang akan diatur dalam Peraturan Pemerintah dalam waktu dekat. Itu dilakukan menyusul akan disahkannya amendemen UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) oleh DPR . Amandemen UU PKH tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mendatangkan sapi impor dari sejumlah negara dan tidak tergantung pada satu negara.

Salah satu klausul penting dari amandemen UU PKH adalah mengembangkan zona based sehingga Indonesia bisa lebih leluasa mendapatkan pasokan daging dan sapi impor dari berbagai negara di dunia, tentunya yang memang sudah dinyatakan bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana mengatakan impor sapi berdasarkan zona sangat beresiko dan bisa memunculkan kerugian yang besar jika PMK masuk ke Indoensia. “Kepentingan kami selaku peternak, tentu saja menginginkan maximal sucurity (pengamanan maksimal), sementara zona based tidak menjamin itu,” paparnya


Bhima: Bisa Dobel Kerugian Indonesia!

Kepala Balai Karantina Pertanian Kementan Banun Harpini mengatakan, apabila amandemen UU PKH di sahkan DPR, akan timbul effort yang sangat besar di bidang perkarantinaan dan penciptaan tantangan yang lebih berat dalam pengawasan ternak. “Dari yang tadinya berbasis negara yang sudah sangat aman, sekarang berbasis zona. Jadi nanti kami harus lebih hati-hati. Artinya, kami harus melakukan tindakan karantina atau proteksi  secara lebih maksimal,’’ujar Banun.

Meski menyatakan kesiapannya, namun pemerintah juga mengakui ada beberapa kendala yang harus diperhatikan, sebagaimana dikatakan mantan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan. Dia mengatakan, membangun pulau karantina bukanlah hal yang mudah karena tidak mungkin menaruh sapi-sapi indukan begitu saja. Dibutuhkan infrastruktur yang memadai dan sesuai dengan animal welfare. “Yah, memang harus ada pembangunan infrastruktur terlebih dahulu. Berpikir tentang animal welfare. Pelabuhan bagaimana dan sebagainya. Ini belum ada keputusan,” ujar dia.

 

Prabowo Berapi-Api Ingatkan Generasi Milenial, Netizen Nangis!

Halaman: 
Penulis : Riana,