logo


Pemerintah Tak Serius Garap EBT

23 Oktober 2014 11:31 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wacana pemerintah dalam peningkatkan peranan energi baru terbarukan (EBT) untuk menggantikan bahan bakar fosil dinilai belum serius dilakukan.

hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara kepada wartawan beberapa waktu silam. Menurutnya, pengembangan energi baru terbakuran akan tercapai apabila pemerintah berani menaikkan harga BBM bersubsidi.

Pria yang juga merupakan mantan petinggi Indosat itu menilai bahwa investor tidak akan tertarik untuk mengembangkan EBT jika harga BBM jenis premium masih sangat murah.


Salurkan BBM untuk Tahun Baru 2022, Pertamina Siaga Lakukan Pemantauan Intensif 24 Jam

"Kita harus buat pola subsidi berubah menjadi subsidi langsung, sedangkan BBM dijual pada harga keekonomian," katanya.

Dengan menaikkan harga BBM sesuai dengan harga keekonomian, Marwan menaksir pengembangan EBT akan lebih maksimal. "Selama ada subsidi BBM, harga energi terbarukan tidak akan bisa kompetitif dan pengembangan energi yang bisa diperbarui (renewable) akan berjalan di tempat," Marwan melanjutkan.

Untuk diketahui, hingga saat ini porsi energi hijau dalam bauran energi primer nasional baru mencapai 5,5%, padahal di tahun 2025 rencananya pemerintah melalui Dewan Energi Nasional menargetkan penggunaan energi ramah lingkungan ini harus berkisar di angka 17 %.

Jamin Ketersediaan Solar Subsidi, Pertamina Patra Niaga: Kami Monitor Real Time

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,