logo


Tak Temukan Cadangan Baru, Indonesia Dipastikan Impor Gas pada Tahun 2019

Indonesia dipastikan akan melakukan impor gas pada tahun 2019 mendatang untuk pertama kalinya

16 Maret 2016 12:51 WIB

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jika tetap tidak menemukan cadangan gas baru, maka Indonesia dipastikan akan melakukan impor gas pada tahun 2019 mendatang untuk pertama kalinya.

Melalui prediksi data neraca gas bumi Indonesia hingga 2030, disebutkan bahwa kebutuhan impor Indonesia pada tahun 2019 yaitu sebesar 1.777 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet Per Day/MMSCFD).

Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumbwr Daya Mineral (ESDM) Agus Cahyono Adi mengatakan, angka tersebut hanya sebagai acuan pemerintah sementara. Dirinya mengaku, sekalipun impor gas tetap harus dilakukan maka prosesnya akan dilakukan secara bertahap.


Tahun Depan Lifting Gas Bumi Diyakini Bakal Naik, Alasannya Ini

"(2019 akan impor) prediksi iya, volume gak hafal. kecil kok. Itu hanya ancer-ancer aja segitu, kan gak langsung semuanya impor," ungkap Agus usai memberikan sambutan di acara Gas Indonesia Summit and Exhibition di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (16/3).

Menurutnya, besaran volume impor tersebut tidak akan benar-benar menjadi patokan pasalnya angka akan terus diperbarui seiring dengan usaha penemuan cadangan gas yang dilakukan.

"Volumenya tergantung, masih dinamis tiap tahun akan kita evaluasi. Kalau nanti ada penemuan lebih baru lagi gas maka intinya impor itu kita buka dalam hal kita kekurangan pasokan," ujarnya.

Lebih lanjut, dengan adanya rencana impor ini maka Agus menilai, perlu adanya regulasi yang mengatur. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi alokasi gas domestik justru tidak terserap secara maksimal, malah justru tertutup dengan gas hasil impor.

"Kita sedang siapkan. Jangan sembarangan bentuk regulasi impor jangan sampe barang kuta justru gak terserap, tertutup oleh impor," jelasnya.

Seperti yang diketahui, Indonesia memang telah diprediksi akan kekurangan pasokan gas alam di tahun 2019, mengingat kebutuhan gas nasional baik untuk kebutuhan industri, transportasi dan rumah tangga, diyakini akan meningkat. Terutama pada kebutuhan pembangkit listrik, dimana pada 2019 akan mulai beroperasi proyek 35.000 Mega Watt pembangkit. Sementara itu produksi gas alam, setiap tahun tercatat mengalami penurunan sekitar 11%.

 

Tiga Skenario KESDM Atur Pasokan dan Kebutuhan Gas Bumi Indonesia

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan