logo


Pembatasan Investasi Industri Benih Hortikultura Akan Rugikan Petani

Pemerintah harus membatasinya dengan persentase secara bertahap

23 Oktober 2014 09:36 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Rencana Pemerintah membatasi investasi sektor perbenihan hortikultura khususnya sayuran akan mematikan petani yang justru kini tengah bersemangat menggarap sektor ini.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Sayuran Malang Jawa Timur  Lucky Budiarti mengatakan, kebutuhan petani terhadap benih hibrida sangat besar dan memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan panen. "Saya melihat pengadaan benih hibrida dengan varietas tertentu masih terbatas, serta belum ada penangkaran lokal," kata Lucky seperti dilansir Antara

Lucky mengkhawatirkan, pembatasan investasi asing di sektor perbenihan hanya akan membuat terputusnya jejaring usaha pemasaran penyedia benih unggul dan bermutu. Penyediaan bibit dengan varietas tertentu yang bermutu dan mempunyai trend internasional sekarang ini masih harus impor, karena penyediaan benih dalam negeri terbatas. “Saya kira yang terpenting bagi petani adalah petani mudah dan memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan bibit unggul berkualitas,” ujar dia.    


Kementrian Pertanian Bantah Pasok Padi Berbakteri

Hal senada pun diungkapakan Ketua HKTI Jawa Barat Entang Sastraatmadja. Dia mengatakan selama ini impor benih yang dilakukan untuk jenis hortikultura tertentu saja.

Sehingga, lanjutnya, para industri perbenihan dan petani akan merugi. Oleh karena itu, pemerintah jangan langsung membatasi impor benih hortikultura terlalu besar.

“Pemerintah harus membatasinya dengan persentase secara bertahap. Misalnya dari kuota per bulan mengimpor benih sebanyak 10% menjadi 5%,” katanya. Dengan demikian, pembatasan impor yang masih diperbolehkan secara bertahap tidak akan mengganggu produksi serta mata rantai penyuplai benih hortikultura.

Kalangan ahli dan pakar pertanian sepakat industri benih dalam negeri harus terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan daya saing produk hortikultura di pasar domestik maupun luar negeri. “Membatasi investasi di sektor hulu khususnya benih yang sarat riset dan teknologi hanya akan membuat produk hortikultura impor membanjiri pasar Indonesia dan mematikan petani,” kata Ketua Dewan Hortikultura Indonesia Benny Kusbini. Hal tersebut menanggapi proses uji materi UU No. 13 tahun 2010 tentang Hortikultura khususnya pasal 100, yang mengatur pembatasan investasi asing maksimal 30 %. 

“Agar dapat bersaing, produk hortikultura harus sesuai keinginan pasar. Sehingga sangat penting untuk melakukan riset dan investasi dibidang perbenihan agar dapat menghasilkan produk sesuai keinginan pasar,” kata Benny.

 

 

Terkait Impor Garam, Begini Alasan Menteri Edhy

Halaman: 
Penulis : Riana,