logo


Vertical Garden, Tren Baru Penghijauan Di Lahan Sempit

Tanaman hias yang awalnya kurang laku, kini jadi buruan dan berpotensi mendatangkan untung besar

23 Oktober 2014 09:21 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tanaman hias yang sengaja disusun secara vertikal pada sebuah bidang tegak yang dikenal dengan vertical garden kini sedang tren. Tanaman hias yang awalnya kurang laku, kini jadi buruan dan berpotensi mendatangkan untung besar. Seperti apa geliat bisnis tanaman hias pasca- turunnya pamor Aglaonema, Anthurium maupun Adenium? 

Booming vertical garden yang mulai banyak ditemui di mal, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel dan beberapa kompleks perumahan elit memberi berkah bagi pebisnis tanaman hias. Betapa tidak, bisnis tanaman hias yang beberapa tahun belakangan ini tiarap kini kembali menggeliat. Menariknya tanaman hias yang dulunya dipandang sebelah mata seperti jenis semak, paku-pakuan kini banyak dicari untuk membuat vertical garden sebagai penghias dinding (wall), pembatas ruangan (border) maupun penutup suatu objek (screen).

Beberapa jenis tanaman epifit yang banyak digunakan sebagai penghias dinding di anataranya Tillandsia, Epipremnum, Kadaka dan Anggrek. Tanaman rumput, misalnya Zebrina Thai (rumput belang). Tanaman pot, yakni Lipstik Plant, Wali Songo Kedongdong Laut. Tanaman merambat/memanjat (climber plants), seperti Passiflora, Nona Makan Sirih dan Philodendron,Scindapsus (sirih Belanda), Peperomia dan Petunia.Sedangkan pendatang baru yang mulai diminati, yakni Tillandsia karena penataannya yang tanpa media tanam atau sarana lainnya sebagai tempat menempelnya tanaman membuat rangkaian vega(vertical garden) sangat ekonomis. Dengan akar yang serabut, perakaran tanaman ini cukup diikat pada jarring kawat tanpa menggunakan rockwool atau apapun.


Tanaman Tin, Si Buah Surga yang Mudah Dirawat

Menurut Nizar Nasrullah, Pakar Tanaman Lanskap IPB, ke depannya prospek usaha berbagai jenis tanaman hias untuk penghias dinding cukup menjanjikan. Apalagi, banyak kantor, apartemen, hotel yang memanfaatkan vertical garden sebagai area hijau sehingga terlihat lebih asri. Rosana Harahap dari Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) juga mengatakan hal yang senada. “Jika gerakan green building sudah meluas maka vertical garden ini menjadi makin meluas. Artinya berbagai jenis tanaman hias akan kembali booming,” tambahnya. Sementara itu, Slamet Budiajo, Manager Operasioanl Gedong Ijo Nursery mengatakan untuk pelaku usaha vertical garden sendiri pelakunya masih belum banyak, sehingga minim persaiangan.

Nah, bagi Anda yang tertarik membuat vertical garden dengan berbagai jenis tanaman, berikut tipsnya:

  • Pilih tanaman yang akan digunakan yang disesuaikan apakah akan disimpan dalam ruangan atau luar ruangan. Jika untuk di dalam ruang, pilih tanaman berdaun pendek dan tak perlu banyak cahaya atau sumber cahaya bisa diganti dengan sinar lampu. Sedangkan jika akan disimpan di luar ruangan, Anda bisa menggunakan tanaman yang ukuran lebih besar, merambat sehingga terlihat alami dengan tanaman yang menjuntai
  • Buat pola sesuai keinginan dengan menata beberapa jenis tanaman dengan komposisi warna yang menarik (2-5 tanaman dan warna).
  • Pilih tanaman tahunan, akar serabut dan bisa hidup tanpa tanah (hidroponik)

7 Tips Sukses Berkebun Bunga bagi Pemula

Halaman: 
Penulis : Riana,