logo


Jonan Minta Menkominfo Blok Aplikasi Transportasi Online

Rudiantara justru menilai aplikasi transportasi online tidak bisa diblokir, kecuali memperlihatkan konten porno atau judi.

15 Maret 2016 10:41 WIB

Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan. (Foto: setkab.go.id)
Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan. (Foto: setkab.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terkait dengan izin aplikasi transportasi online, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melalui surat No. AJ 206/1/1 sudah menyampaikan permintaan untuk memblokir aplikasi transportasi berbasis online seperti GrabCar dan UberTaxi kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Sebelumnya, Jonan sudah bertemu dengan Rudiantara terkait izin sarana, walaupun tidak mempermasalahkan penggunaan aplikasi dalam penyediaan transportasi umum. Menurutnya, kendaraan yang tercantum dan terdaftar dalam aplikasi harus terdaftar, semisal KIR, sehingga kendaraan tersebut dapat dipantau.

"Untuk keamanan apabila terjadi kejahatan." kata Jonan di kantornya, Senin (14/3).

Bagi Jonan, GrabCar dan UberTaxi adalah perusahaan besar dan sudah sepatutnya bisa mengurus izin angkutan umum. Namun, Jonan kecewa karena sampai saat ini izin angkutan umum tersebut belum juga diurus.

Permintaan Jonan tersebut nyatanya tidak bisa serta merta dilakukan, karena menurut Rudiantara, aplikasi tersebut tidak bisa diblokir kecuali memperlihatkan konten porno atau judi. Namun, bagi Rudiantara dukungan terhadap aplikasi yang memberikan efisiensi harus diberikan, selama mereka mematuhi peraturan.

"Aturan adalah aturan," ujar Rudiantara setelah melakukan pertemuan dengan DPR, Senin (14/3).

Rudiantara berjanji akan mempertemukan pihak-pihak yang berkepentingan untuk memberikan solusi yang terbaik, serupa dengan tindakan yang ingin dilakukan oleh Presiden Jokowi. Presiden Jokowi melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi, menginginkan agar tidak ada keputusan yang merugikan.


Indonesia Dorong Fintech untuk Dukung Financial Inclusion

"Akan didengar dulu penjelasan seluruhnya, akan dicari jalan tengah. Dimana masing-masing tidak dirugikan baik secara bisnis ataupun kebutuhan masyarakat," kata Johan.

Menkominfo: Teknologi Digital Ciptakan Wirausaha Baru

Halaman: 
Penulis : Arinaldo Habib Pratama, Syukron Fadillah