logo


Jual Tanaman Hias Online, Andri :Penghasilannya Kayak Orang Kantoran Berdasi

Kalau lagi banyak bisa sampai ratusan (juta) tapi kalau lagi sepi sekitar 20-an (juta) bisa masuk kantong

15 Maret 2016 12:40 WIB

Tanaman hias Bonsai Anting Putri. (dok. warung-tanaman.com)
Tanaman hias Bonsai Anting Putri. (dok. warung-tanaman.com)

CITAYAM JITUNEWS.COM– Bisnis tanaman hias online akhir-akhir ini mulai merebak di kalangan masyarakat. Era globalisasi yang menuntut masyarakat mengikuti tren teknologi membuat Andri Kumbie, salah seorang penjual tanaman hias di Jl. Raya Parung, Citayam, Jawa Barat, menggeluti bisnis tanaman hias dengan cara online.

Ketertarikan pria yang akrab disapa Andri ini pada tanaman hias berawal dari tahun 2010 saat masih duduk dibangku kuliah. Awalnya ia tidak berniat untuk terjun dalam bisnis ini. Namun, untuk membantu bisnis tanaman hias milik temannya, akhirnya ia masuk dalam bisnis ini sembari menambah penghasilannya pada saat itu.

“Awalnya masih ikut-ikut teman dan saya lihat ternyata bisnis ini prospektif, penghasilannya juga seperti orang kantoran yang berdasi, bahkan lebih,” kata Andri kepada JITUNEWS.COM, Selasa (15/3).


Klik! Tanaman Hias Penyerap Racun di Dalam Rumah

Lanjut Andri, selama tiga tahun dirinya membantu temannya membangun bisnis tanaman hias, akhirnya pada tahun 2013 ia membuat brand sendiri dengan nama warung-tanaman.com. Alasan utama ia menjalani bisnis tanaman hias online adalah untuk mengikuti tren dikalangan masyarakat yang prefer terhadap kecanggihan teknologi.


Andri Kumbie, penjual tanaman hias online warung-tanaman.com. (Foto: dok.pribadi)

“Mulai di online itu tahun 2013 setelah lulus kuliah. Selain memang saya sarjana kominikasi, juga untuk mengikuti kecanggihan teknologi yang membuat orang kayak ketergantungan. Jadi lebih mudah aja memasarkan brand kita,” ungkap Andri.

Melalui bisnis tanaman hias online, Andri mengaku sangat diuntungkan. Selain karena mudah dalam melakukan pemasaran juga selalu ada permintaaan yang datang setiap harinya. Berbagai tanaman hias, mulai dari tanaman pelindung, tanaman hias, bunga siap memenuhi permintaan yang datang serta beberapa jasa pembuatan tanaman landscape, saung dan gazibu.

Saat ini pun Andri mengaku baru bisa memenuhi permintaan pasar di wilayah Jabodetabek, walaupun juga tedapat permintaan yang datang dari luar kota, seperti Kalimantan dan Papua.

“Permintaan baru bisa memenuhi pasar Jobodetabek. Kalau untuk di luar kota masih banyak kendala, kayak masalah ongkos kirim dan biaya operasional lainnya. Jadi belum bisa terpenuhi semuanya,” paparnya.

Disinggung mengenai omzet, Andri mengaku bisnis tanaman hias online dapat memperoleh laba yang melebihi pekerja kantoran. Sedikitnya, ia mampu meraup omzet Rp 20 sampai 30 juta per bulannya.

“Kalau lagi banyak bisa sampai ratusan (juta) tapi kalau lagi sepi sekitar 20-an bisa masuk kantong,” pungkasnya seraya tersenyum.

Ternyata Hewan 'Penghisap Darah' Manusia Ini Takut dengan Bunga Mungil yang Indah

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana