logo


Ayam Bak Model Berharga Ratusan Juta

Bayangkan, harga jual Ayam Serama bergelar champion mencapai Rp 35 juta-Rp 120 juta

23 Oktober 2014 09:07 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Berlenggak-lenggok di atas catwalk tak cuma dilakukan oleh para model saja. Ternyata, seekor ayam pun bisa melakukan hal serupa, tanpa canggung dan keki bergaya bak model di atas panggung. Itulah yang dilakukan Ayam Serama.

Istilah Ayam Serama bagi orang awam memang terbilang agak asing terdengar di telinga kita. Namun bagi pecintanya, ayam yang berasal dari Negeri Jiran Malaysia ini lain. Bagi mereka, Ayam Serama memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Misalnya saja, memamerkan bentuk tubuhnya yang imut di atas panggung catwalk.

Yang mana sang ayam berjalan hilir mudik, sembari membusungkan dada, mengepakkan sayapnya dan berkokok lantang, seakan ingin menunjukkan kehebatannya. Keunikan yang dihadirkannya ini, rupanya membuat Ayam Serama mulai digandrungi oleh berbagai kalangan. Dan tak sedikit, pecinta Ayam Serama mulai mengembangbiakkannya di Indonesia. Hebatnya lagi, banyak penggemar yang mendatangkan langsung indukan impor asal Arab, Australia, dan Jepang untuk menghasilkan peranakan kualitas unggul.


Semarak Anniversary 1st Truck Lover Plat AD di Asrama Yonif 413 Kostrad

Bila dirunut, trend Ayam Serama di Indonesia dimulai sejak 2003, namun sempat menurun karena masalah flu burung. Setelah masalah flu burung berangsur reda, Ayam Serama kembali naik daun. Bahkan, beberapa pecinta Ayam Serama mulai membentuk sebuah wadah guna menjalani silaturahmi, antar sesama penggemar ayam bertubuh mungil ini. Salah satunya adalah APASI yang merupakan kepanjangan dari Asosiasi Penggemar Ayam Serama Indonesia.

APASI dibentuk pada 15 April 2010, dengan tujuan melestarikan Ayam Serama, menambah wawasan, serta sebagai wadah berkumpulnya para penggemar Ayam Serama. Sedangkan untuk menjaga eksistensinya, APASI kerap melakukan beragam kegiatan sehubungan dengan Ayam Serama. Salah satunya adalah keikutsertaan APASI dalam ajang kontes bernama Tamat Keramat yang berlangsung di Kuala Lumpur-Malaysia.

Seiring berjalannya waktu, penggemar Ayam Serama semakin bermunculan. Dan khusus untuk APASI, hingga kini anggotanya sudah mencapai 50 orang yang berada di area Jabodetabek. Selain mengikuti ajang kontes, anggota APASI juga aktif melakukan kegiatan rutin di Jalan Kayumanis Timur, Matraman-Jakarta Timur. Kegiatan rutin tersebut biasanya diisi dengan perbincangan santai seputar Ayam Serama. Mulai dari cara pemeliharaan yang baik dan benar, teknik pengobatan ketika ayam sakit, hingga proses pengembangbiakkannya.

Kecintaan para penggemar Ayam Serama tak hanya dari tingkah lakunya yang unik saja. Ternyata, Ayam Serama juga memiliki harga jual yang terbilang tinggi, apalagi jika ayam tersebut sering menjuarai kontes. Bayangkan, harga jual Ayam Serama bergelar champion bisa mencapai Rp 35 juta-Rp 120 juta. Namun untuk Ayam Serama biasa dan belum memiliki gelar champion, biasanya dipatok dengan harga Rp 200 ribu/ekor.

Tersihir dengan kecantikan plus harga jualnya, komunitas penggemar Ayam Serama terus bermunculan. Selain APASI, di Jakarta juga lahir komunitas Penggemar Ayam Serama Indonesia Raya (PASIR) dan Komunitas Penggemar Ayam Serama (Kompas). Tak hanya di Pulau Jawa, kini komunitas Ayam Serama sudah tersebar ke Pulau Sumatera, Pulau Bali, Madura, serta sebagian Pulau Kalimantan meski jumlahnya masih tergolong sedikit.

 

 

 

Semarak Farewell Solo Beauty Muslimah 2017 bersama JCI Solo

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro, Hasballah