logo


Tingkatkan Produksi Nikel, Antam Uji Coba CFPP di Pabrik Pomalaa

Jika telah selesai, CFPP tersebut akan meningkatkan produksi nikel dari 20 ribu Tni menjadi 30 ribu Tni per tahun.

14 Maret 2016 11:44 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Salah satu perusahaan plat merah di sektor pertambangan, PT Aneka Tambang/Antam (Persero) Tbk, saat ini tengah melaksanakan uji coba Coal Fired Power Plant (CFPP) pabrik peleburan nikel di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

"Kita saat ini sedang dalam tahapan penyelesaian proses commisioning CFPP untuk pabrik feronikel di Pomalaa dan harapannya akan berjalan lancar," ungkap sekretaris perusahaan Tri Hartono kepada media di Jakarta, Minggu (13/3) kemarin.

Tri mengatakan, penyelesaian tersebut merupakan tahapan akhir dari 8 paket konstruksi proyek di Pomalaa. "Penyelesaian Coal Fired Power Plant ini adalah merupakan tahap akhir dari keseluruhan 8 paket konstruksi Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa," ujarnya.


Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Pabrik peleburan nikel yang telah beroperasi sejak 1976 ini akan diandalkan oleh Antam untuk mendongkrak kinerja bisnis nikel. Menurut Tri, setelah proyek perluasan pabrik feronikel selesai konstruksi, pabrik ini akan mampu memproduksi 27-30 ribu ton nikel dalam feronikel (Tni) dari yang sebelumnya hanya sekitar 18-20 ribu Tni per tahun.

"Setelah full operation pabrik ini akan sangat kita harapkan akan memperbaiki kinerja Perusahaan. Apalagi jika harga nikel kembali naik," pungkas Tri.

Di samping itu, Tri menyebutkan, harga nikel dunia tahun lalu sempat berada pada level terendah dalam 7 tahun terakhir menyusul rentetan kejadian yang menekan laju bisnis komoditas sejenis di seluruh dunia.

"Memang pergerakan harga nikel masih tetap dipengaruhi level persediaan dan kondisi ekonomi global, yang bergerak di bisnis nikel juga memahami tantangan ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Tri menambahkan, pihaknya akan melakukan efisiensi di berbagai lini. "Yang bisa kita lakukan ya efisiensi di segala lini agar operasional profit antara lain dengan meningkatkan level produksi, menekan cash cost dan untuk proyek pengembangan harus dilakukan penyelesaian tepat waktu," tutupnya.

Penjualan dan Produksi Batu Bara PT Bukit Asam Naik 14%

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex