logo


Hari Ini, Ribuan Sopir Bus dan Taksi Akan 'Kepung' Istana

'Rencana unjuk rasa dari Persatuan Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) pada hari Senin 14 Maret 2016 pukul 08.00'

14 Maret 2016 08:39 WIB

Ilustrasi unjuk rasa di Istana Negara (IST)
Ilustrasi unjuk rasa di Istana Negara (IST)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencananya hari ini, Senin (14/3/16), ribuan sopir taksi dan bus kota akan menggelar unjuk rasa besar-besaran di Istana Presiden, Jakarta.

Kasubdit Bin Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Budiyanto mengungkapkan, para supir yang diperkirakan berjumlah 2 ribu orang tersebut akan memulai demonstrasi pada pukul 08.00 WIB.

"Rencana unjuk rasa dari Persatuan Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) pada hari Senin 14 Maret 2016 pukul 08.00 WIB," ungkap Budiyanto kepada media melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (13/3) kemarin.


HMI Bakal Kepung Istana-DPR, PDIP: Jangan Dikasih Izin untuk Demo!

Menurut Budiyanto, para pengunjuk rasa akan melakukan aksinya di Balai Kota DKI Jakarta, Istana Negara, dan kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Ia menyebutkan, para pengunjuk rasa ini terdiri dari pengemudi angkutan taxi 800 orang, pengemudi angkutan bus kecil 200 orang.

"Dan pengemudi angkutan lingkungan 800 orang, serta pengemudi bus kota 200 orang," sambung dia.

Budiyanto mengatakan, para sopir ini datang dari berbagai wilayah di Ibu Kota. Antara lain dari Kali Deres, Kampung Melayu, dan Duren Sawit. "Pukul 09.00 WIB massa berkumpul di titik kumpul IRTI. Kendaraan bus, Metro Mini, Kopaja diparkir di IRTI dan Monas. Massa bergerak menuju Balai Kota DKI Jakarta, setibanya di Balai Kota DKI Jakarta," katanya.

Perwakilan massa juga sudah dipersiapkan 15 orang yang akan menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Budiyanto, mereka akan menolak apabila diterima oleh Kadishub DKI. "Perwakilan akan menyampaikan aspirasi terkait Revisi Perda No 5 Tahun 2014 tentang usia kendaraan (peremajaan)," ujarnya.

Pada pukul 12.00 WIB, Budiyanto melanjutkan, rencananya massa akan bergerak ke Istana, disepakati melalui pintu Monas barat daya atau patung kuda. Perwakilan juga sudah dipersiapkan 15 orang untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau Menteri Sekretarus Negara (Mensesneg) Pratikno.

Aspirasi yang akan disampaikan, terkait keberadaan angkutan ilegal menggunakan pelat hitam yang difasilitasi perusahaan jasa aplikasi. Lalu, mendesak pemerintah untuk mengeluarkan segera Perpres atau Inpres, yang mengatur persoalan transportasi yang sebelumnya diatur oleh UU No 2 Tahun 2009 tentang lalu lintas.

"Aksi juga dilakukan serempak di wilayah Jabodetrabek, dalam bentuk pemasangan kain hitam di lengan kiri, yang menandakan matinya transportasi di Indonesia. Alat peraga yang akan dibawa spaduk, poster," papar Budiyanto.

Selama mediasi dan audensi berlangsung, Budiyanto menambahkan, koordinator lapangan akan membagi tugas, agar masa di luar tidak melakukan tindakan anarkis.

Pertanyakan Alasan HMI Serukan Kepung Istana, Ngabalin: Masa Sama Kayak Rocky Gerung?

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin