logo


Sawah Seluas 6.832 Ha Terancam Tak Bisa Diolah

Rata-rata adalah sawah tadah hujan

13 Maret 2016 11:02 WIB

Sawah tadah hujan (Ist)
Sawah tadah hujan (Ist)

PAINAN, JITUNEWS.COM- Lahan persawahan seluas 6.832 hektare (Ha) yang terletak di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), terancam tidak bisa sebagai lahan pertanian. Hal itu disebabkan tidak adanya jaringan irigasi yang mengairi ribuan ha sawah tersebut. 

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pesisir Selatan, Yusdi Ali Umar, mengatakan, padahal luas lahan yang membutuhkan aliran air yakni 6.832 ha itu, seluas 6.408 ha lahan sangat berpotensi untuk ditanami padi.

"Selama ini lahan sawah 6.408 itu dikelola oleh petani yang memanfaatkan air hujan. Jadi, jika musim hujan datang, petani mulai turun ke sawah. Sebab, itu adalah momen untuk mendapatkan air," ujar Yusdi, ketika dihubungi jitunews, Minggu (13/3).


Jamin Ketersediaan Air di Musim Kemarau, Kementerian PUPR Lakukan Sejumlah Langkah Antisipasi

Yusdi juga menyebut, bila dilihat pada tahun 2010 sampai 2014, jumlah total irigasi di Pesisir Selatan mencapai 134.829 ha, yang terdiri dari irigasi teknis seluas 21.648 ha, irigasi setengah teknis 1.680 ha, dan irigasi sederhana seluas 44.082 ha.

Menurut Yusdi, kecamatan yang membutuhkan jaringan irigasi, tersebar di 15 kecamatan, yakni di Kecamatan Koto XI Tarusan ada 85 daerah irigasi dengan luas 3.752 ha. Diikuti Kecamatan IV Nagari Bayang Utara dan Lengayang. Masing-masing kecamatan itu memiliki daerah irigasi sebanyak 42 unit dengan luas di IV Nagari Bayang Utara 1.097 ha, dan Lengayang seluas 5.176 ha.

"Sedangkan yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Silaut yakni dua unit dengan luas 685 ha," tukas Yusdi. 

Program Lumbung Pangan Baru di Kallteng, Kementerian PUPR Programkan Rehabilitasi 85.500 ha

Halaman: 
Penulis : Muhammad Noli Hendra (KR), Christophorus Aji Saputro