logo


PDI Perjuangan "Ngotot" Pertamina Segera IPO

Selama ini Pertamina sengaja menutup-nutupi besaran harga pokok produksi BBM subsidi

22 Oktober 2014 14:11 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Wacana nama PT Pertamina (Persero) tercatat di lantai bursa sempat menyeruak beberapa tahun silam, kini setelah pemerintahan baru terbentuk, isu Initial Public Offering (IPO) perusahaan migas pelat merah itu kembali muncul ke permukaan.

PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu 2014 paling 'ngotot' meminta Pertamina melantai di bursa. Alasannya, masyarakat dapat mudah untuk mengakses kondisi keuangan Pertamina agar tidak selalu muncul persepsi yang salah mengenai Pertamina.

Menurut politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon, selama ini Pertamina sengaja menutup-nutupi besaran harga pokok produksi BBM subsidi per liternya, akses gelap itu menimbulkan aroma tak sedap adanya hengki pengki penjualan BBM subsidi oleh Pertamina.


Inspeksi Integrated Terminal Jakarta Plumpang, BPH Migas: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Effendi yang sempat mencalonkan sebagai gubernur Sumatera Utara itu meminta pemerintah dibawah presiden Joko Widodo melakukan audit forensik keuangan Pertamina sampai ketemu nilai berapa harga produksi Premium per liternya.

"Pertamina dapat go public, sehingga akses kontrol bisa dilihat oleh setiap warga negara Indonesia," katanya.

Harapannya dengan dilakukannya IPO, tangan-tangan mafia migas dapat mulai tersibak siapa dalangnya, serta tidak ada lagi permainan-permainan gelap yang dilakukan oleh Pertamina.

Sebelumnya, Pertamina juga berencana melapas sebagian saham anak usahanya kepada pasar. Komisaris Utama Pertamina Sugiharto berharap langkah IPO bisa membuat anak usaha Pertamina menjadi perusahaan mandiri sekaligus tumbuh lebih cepat.

Namun rencana itu kandas pada awal tahun 2013 lalu, Pertamina berdalih saat itu ketergantungan anak-anak usaha Pertamina cukup besar, sehingga tidak dimungkinkan untuk melakukan IPO.

Selain alasan itu, Pertamina juga enggan melepas anak usahanya karena memperhitungkan untung dan rugi dari aksi korporasi Pertamina yang akan dilakukan.

"Hal ini menyangkut privilege-privilege atau keuntungan-keuntungan sehingga tidak bisa sembarangan untuk IPO," kata  Vice President Corporate Comunication Pertamina Ali Mundakir.

 

Luncurkan Program One Village One Outlet, Pertamina Pastikan BBM dan LPG 3 Kg Sampai ke Pelosok Desa

Halaman: 
Penulis :