logo


UGM Sulap Biji Durian Jadi Plastik Organik

Kandungan tepung pati dalam biji durian lebih tinggi ketimbang singkong

12 Maret 2016 05:45 WIB

Biji durian (Ist)
Biji durian (Ist)

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM- Tak terbuang sia-sia, kini biji durian dapat diolah menjadi plastik organik. Bahkan, biji durian dinilai lebih efektif sebagai bahan baku pembuat plastik organik ketimbang bahan organik lainnya. Inovasi ini dihasilkan dari pemikiran sejumlah mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.  

"Lebih efektif karena tepung pati di biji durian capai 50 persen dari berat total. Sedangkan kadar pati di dalam singkong hanya 20 persen dari berat total. Jadi, kami simpulkan lebih efetif mengandalkan biji durian," terang Annisa Fahria Rofi, anggota penelitian, Jumat (11/3), di Laboratorium Teknik Polimer Fakultas Teknik, UGM, Yogyakarta.

Dijelaskan Annisa, tepung pati selama ini dianggap sebagai bahan organik  potensial yang dapat digunakan sebagai bahan dasar produksi plastik. Kadar pati yang tinggi di biji durian menyebabkan barang limbah ini layak menjadi alternatif untuk memproduksi plastik organik. "Plastik dari tepung biji durian buatan kami ini jauh lebih kuat. Bahkan bisa bertahan sampai titik didih 100 derajat Celsius," tuturnya.


Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Plastik yang dihasilkan oleh Annisa dan tim tidak murni mengandalkan pati biji durian. Melainkan masih dicampur dengan zat kimia berupa low density polyethylene (LDPE), yang memang menjadi bahan campuran pembuat plastik. Adapun kadar pati biji durian yang digunakan mencapai 40 persen, sementara sisanya menggunakan bahan kimia. 

"Untuk hasil uji laboratorium, kami telah buktikan bahwa plastik dari biji durian ini sanggup menyerap air lebih cepat dibanding plastik biasa," tutup Annisa.

Tim Pengawalan SPIP Dukung Tercapainya UPSUS SIWAB

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro