logo


Menteri ESDM: Evaluasi Harga BBM Tetap per 3 Bulan

Pemerintah menegaskan bahwa evaluasi harga BBM tak terpengaruh harga minyak mentah dunia

11 Maret 2016 10:32 WIB

Petugas SPBU mengisikan BBM milik pengendara motor. (Dok. Jitunews)
Petugas SPBU mengisikan BBM milik pengendara motor. (Dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tak terpengaruh harga minyak dunia yang betah di kisaran US$ 37 per barel, Pemerintah masih tetap komit menunggu evaluasi Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per tiga bulan.

Seperti yang diketahui, awal Januari lalu Pemerintah telah memperbarui harga BBM. Dengan begitu, evaluasi harga BBM per tiga bulanan baru akan dilakukan akhir Maret ini, untuk mendapatkan harga baru BBM di awal April nanti.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, kebijakan evaluasi harga per tiga bulanan ini tak lain dimaksudkan untuk menstabilkan harga BBM nasional, namun dengan rentang waktu yang tidak terlalu jauh.


Jelang Libur Nataru, Pertamina Pastikan Kesiapan BBM di Jalur Tol dan Wisata

Dengan demikian, rentang waktu tiga bulan dianggapnya paling tepat untuk mengevaluasi harga BBM, sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 4 tahun 2015 yang mengatur periode evaluasi harga BBM.

"Harga minyak di-review tiap tiga bulan. Keputusan review tiga bulan itu yang dulu didiskusikan sangat panjang. Ada yang usul 1 tahun sekali, 6 bulan sekali. Terus kita pernah coba sebulan sekali juga. Nah Kita ingin supaya ada stabilitas, tapi juga tidak terlalu jauh," ungkap Sudirman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/3) kemarin.

Ketegasan yang disampaikan Sudirman ini sekaligus menampik kabar evaluasi harga BBM akan dilakukan sebelum tiga bulan. Dengan demikian, akhir Maret ini, Pemerintah baru akan mengevaluasi harga BBM untuk periode berikutnya, yakni periode April-Juni.

"Jadi tetap saja kita akan gunakan review 3 bulan. Karena itu review-nya akhir bulan ini. Karena (evaluasi) terakhir Januari, jadi gak usah khawatir kita akan sesuaikan," ujar Sudirman.

Sudirman juga mengaku, evaluasi harga per tiga bulanan ini dimaksudkan untuk menjaga agar naik turunnya harga BBM tidak terlalu sering. Hal ini dirasa Sudirman akan memudahkan pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk melakukan perencanaan.

"Tapi kita tidak ingin naik turun terlalu sering, kasian nanti si pengusahanya merencanakan jadi susah," tutupnya.

Menteri ESDM Targetkan Produksi Fluid 1 Juta Barel Per Hari di Tahun 2030

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Deni Muhtarudin