logo


Sudirman Said Tegaskan Ekspor Bijih Tambang Tetap Dilarang

Kecuali untuk perusahaan tambang yang membangun smelter

11 Maret 2016 07:41 WIB

ilustrasi tambang batubara Sawahlunto (foto: Wikimedia.org)
ilustrasi tambang batubara Sawahlunto (foto: Wikimedia.org)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said memastikan bahwa pelonggaran aturan ekspor mineral mentah (ore) tidak akan diberlakukan sebelum ada revisi Undang Undang Mineral dan Batubara (Minerba).

"Ekspor sore tetap dilarang, dan seluruh perusahaan tambang harus membangun smelter (pengolahan mineral mentah)," kata Menteri Sudirman Said kepada wartawan di Kantor Kadin di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (10/3/16).

Menurut Menteri Sudirman, pemerintah tidak akan buru-buru memberlakuan pelonggaran aturan ekspor, meski saat ini harga komoditas tengah anjlok. Jika kebijakan itu diberlakukan, kata Sudirman, dampaknya akan buruk bagi masa depan industri tambang kita. "Kita ikut prihatin pengusaha mengalami tekanan cashflow, tapi jangan buru-buru melakukan relaksasi karena efeknya negatif‎," tuturnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani menegaskan aktivitas bisnis tambang harus tetap mematuhi aturan UU dan pembangunan smelter harus menunjukkan perkembangan. "Tapi smelter biayanya tidak kecil. Kita harus berikan ruang waktu untuk bernegosiasi," ujarnya.

UU Minerba Menuai Protes Dalam dan Luar Negeri

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Dwi Setyo Irawanto
 
×
×