logo


Daging Harimau Disantap Warga 1 Desa, Tradisi Katanya

Harimau itu terjerat perangkap babi

10 Maret 2016 07:20 WIB

Harimau Sumatera (Ist)
Harimau Sumatera (Ist)

MEDAN, JITUNEWS.COM- Dalam keterangan tertulisnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) mendapat informasi bahwa warga Desa Silantom Tonga, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, menjadikan daging harimau sebagai santapan. Binatang belang itu mati setelah masuk jerat babi.  

Ketika petugas meminta bangkai harimau untuk dibawa ke kantor BBKSDA Sumut di Medan, warga melarang. Warga beralasan daging harimau itu akan dibagi-bagi kepada masyarakat. Padahal, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III, Octo Manik, berserta pihak terkait telah mensosialisasikan bahwa harimau adalah satwa yang dilindungi. 

Akhirnya, daging harimau tersebut dipotong dan dibagi-bagikan kepada warga yang hadir. Octo kemudian meminta kepala desa membuat daftar nama warga yang menerima dan mengambil dua bagian kulit harimau untuk dijadikan barang bukti.  


Spesialis Kejahatan Ganjal ATM, Sukses Dibekuk Polisi

"Kata warga, sudah menjadi tradisi kalau mendapat tangkapan dibagi-bagi kepada warga desa. Menurut saya, kalau tradisi, maka sejak kapan ada praktik itu," tegas Octo. 

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Pengawetan dan Perpetaan BBKSDA Sumut, Joko Iswanto, menerangkan bahwa pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Sumut untuk proses hukumnya. 

Saat ini, BBKSDA menyimpan barang bukti berupa dua lembar kulit harimau potongan kecil dan bagian telinga yang diawetkan. Barang bukti itu nantinya akan digunakan untuk untuk proses persidangan. Berdasarkan keterangan dari dokter hewan, diperkirakan harimau tersebut berusia lima sampai enam tahun dan berusia produktif. 

Harimau Bonita Akhirnya Berhasil Ditangkap

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro