logo


Hari Ini, Warga Bali Tunjukan Toleransi Antar Umat Beragama

Supaya tidak menggangu umat Hindu merayakan Nyepi, umat muslim datang ke masjid lebih awal.

9 Maret 2016 17:25 WIB

Ilustrasi toleransi umat beragama di Bali. (Foto: dream.co.id)
Ilustrasi toleransi umat beragama di Bali. (Foto: dream.co.id)

TUBAN, JITUNEWS.COM - Toleransi umat beragama di Bali kian erat, dimana hari ini merupakan perayaan hari Nyepi bagi umat Hindu, namun bersamaan dengan adanya Gerhana Matahari Total (GMT), Rabu (9/3). Meski demikian, warga muslim Bali tetap diberikan keluwesan untuk melaksanakan ibadah salat sunah gerhana matahari. 

Pantauan Jitunews.com, ribuan umat muslim berbondong-bongdong mendatangi masjid di wilayah terdekat dari tempat tinggal mereka masing-masing.

Sementara itu, umat Hindu sendiri saat ini sedang melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu Amati Amati Geni (tidak menyalakan api termasuk memasak), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan). 


Tidak Ekstrim, Mahfud Md Sebut Islam Wasathiyah Cocok Diterapkan di Indonesia

Salah satu imam masjid di Nurul Huda, Mohammad Anwar mengatakan, rasa toleransi di Bali sangat tinggi. Berdasarkan kesepakan FKUB, dimana umat Islam diberikan toleransi untuk salat sunah gerhana di tempat-tempat terdekat tetapi dengan syarat tidak menggunakan pengeras suara dan harus berjalan kaki, tidak memakai kendaraan. 

"Dengan adanya pelakasanaan inilah mudah-mudahan toleransi ini dapat menjadikan kita sebagai manusia yang bersosial. Selain itu juga baik sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Nabi kita Muhammad SAW," ucapnya dalam khutbah. 

Seperti diketahui, supaya tidak menggangu umat Hindu merayakan Nyepi, umat muslim datang ke masjid lebih awal. Mereka datang ke masjid sebelum hari H atau jauh sebelum waktu diperbolehkannya mendirikan salat gerhana matahari.

Kecam Pembakaran Alquran di Swedia, MUI Minta Pemerintah Setempat Tegas

Halaman: 
Penulis : Puji Sukiswanti, Syukron Fadillah