logo


Murni Kecelakaan, Kementerian ESDM Masih Larang Operasi Tambang Grasberg

Freeport Indonesia

8 Oktober 2014 12:10 WIB

Suasana pertambangan Grasberg, di Papua
Suasana pertambangan Grasberg, di Papua

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih melarang kegiatan penambangan di lokasi tambang terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia menyusul insiden kecelakaan yang menyebabkan 4 pekerja Freeport meninggal dunia.

"Aktivitas penambangan bijih di tambang terbuka Grasberg belum diperbolehkan beroperasi sampai selesai dilakukan Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Resiko (IBPR) terhadap bandara atau tempat parkir mobile equipment dan jalan tambang aktif di seluruh area Grasberg dan melakukan perbaikan traffic management berdasarkan hasil IBPR dan skala prioritas," ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM, Bambang Susigit.

Lanjut Bambang mengatakan, Pihaknya juga telah mengeluarkan hasil investigasi penyebab kecelakaan yang menimpa 9 pekerja Freeport Indonesia. Kementerian ESDM menilai, kecelakaan yang terjadi pada 27 September 2014 lalu adalah murni kecelakaan. Supir Haul Truck dianggap lalai menjalankan tugasnya karena tidak melihat mobil operasional lainnya, sehingga  Haul truck jenis Caterpillar 785 dengan kode unit HT220 itu dikemudikan oleh John Worisio melindas Toyota LV.


Hitung-hitungan Inalum, 2023 Puncak Pendapatan Freeport Indonesia Sebesar…

"Hasil investigasi terungkap penyebab kecelakaan lantaran supir Haul Truk tidak melihat ada mobil operasional Toyota LV yang berada di depannya," imbuh Bambang.

Sebelum melanjutkan aktivitas pertambangannya di tambang terbuka Grasberg, Kementerian ESDM meminta Freeport untuk mensosialisasikan kembali Prosedur Pengoperasian Standar (PPS) Grasberf Operations Department No. SM-2.18-HLG-006-5 tentang Pengoperasian Haul Trcuk di Tambang Terbuka Grasberg kepada seluruh truk.

Selain itu, Kementerian ESDM meminta Freeport untuk memastikan komunikasi antar unit mobile equipment berjalan baik. Ia meminta agar rekomendasi dipenuhi dalam jangka waktu seminggu.

Ketiga meningkatkan koordinasi antara pengawas dan operator dalam melaksanakan tugas. Keempat, Freeport harus membuat SOP proses pembuatan fasilitas atau infrastruktur terikat pengaturan lalu lintas. kelima, Freeport harus melakukan indentifikasi bahaya, peniliaan dan pengendalian risiko (IBPR) terhadap bandara atau tempat parkir mobile equipment dan jalan tambang aktif di seluruh area Grasberg.

Sebelumnya diketahui,  Pada hari Sabtu 27 September 2014 sekitar pukul 07.24 WIT, terjadi kecelakaan tambang yang melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi jenis Toyota yang berisi 8 orang penumpang dan satu orang pengendara, dengan satu unit Haul Truck (Truk Tambang CAT 785) yang dikendarai satu orang operator, di lokasi jalan Tambang Terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI). Setelah insiden terjadi, Tim Tanggap Darurat Grasberg Mine Rescue segera diterjunkan untuk memberikan pertolongan dan melakukan proses evakuasi. Dari 9 orang yang ada dikendaraan ringan, sebanyak 5 orang pekerja tambang telah diselamatkan dan dievakuasi di Rumah Sakit Tembagapura dalam kondisi selamat, 4 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia dan telah dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura.

Keselamatan kerja merupakan prioritas utama PTFI untuk itu aktivitas di Tambang Terbuka Grasberg saat ini dihentikan sementara untuk kegiatan konsolidasi dan proses investigasi. PTFI telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keluarga besar PT Freeport Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa kami menyertai Almarhum yang telah menjadi bagian Keluarga Besar PTFI dan keluarga yang ditinggalkan.

 

 

IUPK untuk Freeport Belum Keluar, Ini Pertimbangan KESDM

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan, Vicky Anggriawan