logo


Polri Bakal Tindak Tegas Penambang Minyak Ilegal

Polri Bakal Tindak Tegas Penambang Minyak Ilegal

7 Oktober 2014 16:30 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan akan menindak para pelaku pencurian minyak mentah dan penambangan minyak ilegal yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia tak pandang bulu.

"Dari banyaknya kasus itu, Polri secara terintegrasi dengan stakeholder telah melaksanakan kegiatan preventif dan penegakan hukum pada wilayah-wilayah terjadinya ilegal migas khusus di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan," ujar Wakil Direktur Badan Pemelihara dan Kemanan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Baharkam Pamobvitnas) Polri Budi Purwanto di Jakarta.

Lanjut Budi mengatakan, saat ini ilegal taping marak terjadi di wilayah Sumatera. Bahkan pihaknya mencatat kegiatan ilegal itu sudah terjadi lebih dari 500 kasus di wilayah Sumatera.


Antisipasi Pemilu, Pertamina Bentuk Satgas

Selain merugikan negara, kegiatan pencurian minyak juga menyebabkan pencemaran lingkungan dan kebakaran yang juga merugikan masyarakat sekitar.

Yang lebih parahnya lagi, pencurian minyak yang marak terjadi pada medio 2009 hingga akhir tahun 2013 itu menyebabkan tersendatnya pasokan BBM di wilayah Sumatera akibat adanya shutdown pemompaan kilang.

"Shutdown pemompaan dilakukan lebih dari 50 kali dan terjadi toptank lebih dari 150 kali," terangnya.

Dari catatan kepolisian, Tahun 2010 Polri telah memproses 22 kasus, tahun 2011 30 kasus, tahun 2012 90 kasus, dan tahun 2013 telah memproses 34 kasus.

Namun, Polri juga memiliki kendala dalam pemberantasan pencurian minyak serta pemberantasan tambang minyak ilegal. Hal itu terjadi lantara area Wilayah Kerja (WK) perusahaan yang melakukan produksi berada di daerah terpencil dan luas. Selain itu, wilayah-wilayah kerja migas juga tidak memiliki batas-batas yang jelas dengan lahan yang dimiliki masyarakat.

Wamendag Ngotot Soal Sustainable Palm Oil di Parlemen Eropa

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan, Vicky Anggriawan