logo


Genjot Serapan Karet Nasional, Pemerintah Punya 2 Opsi Jitu

Saat ini produksi karet nasional mencapai 3,2 juta ton

8 Maret 2016 12:15 WIB

Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto. (dok. gcement.cn)
Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto. (dok. gcement.cn)

JAKARTA, JITUNEWS.COM– Sebagai negara penghasil karet terbesar kedua di dunia, anjloknya harga karet sejak empat tahun terakhir membuat Pemerintah Indonesia didesak untuk meningkatkan serapan karet guna keperluan dalam negeri. 

Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto, menjelaskan, saat ini produksi karet nasional mencapai 3,2 juta ton. Namun sayangnya, sebanyak 2,6 juta ton atau sekitar 85 persen diantaranya dijual ke luar negeri, sedangkan 15 persen sisanya diserap untuk kebutuhan dalam negeri.

“Sekarang kebutuhan karet dalam negeri 15 persen masih diserap oleh industri ban dan belum ada ruang industri di luar ban yang mampu menyerap produksi karet dalam negeri,” ungkap Panggah, di Jakarta. 


Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Tol Bocimi yang Sempat Mangkrak

Namun lanjut Panggah, pemerintah memiliki 2 solusi untuk meningkatkan serapan karet di dalam negeri. Yang pertama, penyerapan karet untuk industri aspal karet bisa dioptimalkan, terutama untuk menyerap getah karet dari petani. Sedangkan opsi yang kedua, getah karet petani dibeli langsung oleh pemerintah seperti di Malaysia dan Thailand.

Langkah pencampuran karet untuk aspal dan membeli karet petani, terang Panggah, mampu mendongkrak penyerapan produksi karet dalam negeri yang awalnya hanya 10-15 persen menjadi 40 persen. Meski tengah dalam kajian, kedua langkah ini diharapkan bisa menggenjot harga karet di tingkat global.

"Saat ini proses tersebut masih dalam hitung-hitung dan kemungkinan akan ada kenaikan sekitar 500 ribu ton untuk serapan dalam negeri. Jadi, kalau dipersentasekan serapannya bisa jadi 40 persen dari angka tadi, lumayan toh," tutup Panggah.

Setelah Jabar, Menhub Tinjau Arus Mudik di Jateng Hari Ini

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro