logo


Beras Hitam dan Beras Jepang, Tren Pangan Organik Baru

6 Oktober 2014 15:48 WIB

Beras hitam. (Ist.)
Beras hitam. (Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kesehatan tubuh sangat terpengaruh dengan apa yang kita makan, kita rasa dan kita pikir. Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat. Jenis makanan sehat yang kini sedang menjadi tren adalah nasi dari Beras Jepang dan Beras Hitam.

Jika sebelumnya beras tersebut banyak dikonsumsi kalangan atas, kini sudah merambah ke kalangan menengah bawah dengan harga yang lebih terjangkau. Selain memiliki khasiat bagi kesehatan, cocok sebagai menu diet, kosmetik, beras tersebut juga bisa disajikan dalam berbagai macam variasi. Misalnya saja Beras Jepang yang bisa digulung, dikepal atau dicetak, atau Beras Hitam yang bisa dijadikan sereal atau minuman.

Sebutan Beras Jepang atau padi Jepang menurut pengamat Agribisnis, F. Rahadi, sebenarnya bukan mengacu pada padi yang dibudidayakan di Jepang, melainkan pada varietas padi sub tropis yang butirannya membulat, dan lengket seperti ketan. Kebalikan Beras Jepang adalah beras India yang bentuknya panjang-panjang dan pera. Sedangkan beras tropis yang banyak dibudidayakan di Indochina dan Indonesia memiliki ukuran medium, dengan tingkat keperaan dan kepulenan yang medium. Jadi Beras Jepang tidak hanya bisa dibudidayakan di Jepang, tetapi juga di kawasan sub tropis, seperti India, China, Taiwan dan Korea. Sedangkan di Indonesia lebih cocok di dataran tinggi (di atas 500 mdpl).


Teknologi Jitu Robot Khusus Pemanggil Walet

Christopher E. Jayanata, Ketua Komunitas Organik Indonesia dan pakar organik  mengatakan ke depannya produk Beras Hitam dan Jepang tetap berprospek bagus. Karena banyak masyarakat yang tadinya kelas bawah menjadi kelas menengah akibat pertumbuhan ekonomi sehingga cara pandang mereka berubah, yakni menjadi lebih memperhatikan kesehatannya dan mampu membeli produk organik.

Kedua jenis beras tersebut juga memiliki sifat cukup unik, karena hanya bisa dibudidayakan secara alami alias organik. Sebab jika dibudidayakan menggunakan pupuk atau pestisida kimia, maka tidak akan membentuk bulir. Ditambahkan Christopher bahwa pelakunya pembudidayanya masih sangat terbatas. Di mana penjual masih lebih banyak dibanding pembudidaya.

Beras Hitam dan Beras Jepang memiliki harga yang sangat tinggi. Misalnya Beras Hitam mencapai di atas Rp 20 ribu/kg, sedangkan Beras Jepang di atas Rp 29 ribu/kg. Dan di supermarket harganya bisa mencapai Rp 80-100 ribu. Cara mudah untuk memasarkan beras ini, terlebih dulu mengurus sertifikasi produk di Sucofindo. Baru Anda bisa menawarkan keagenan atau jual retail. Di samping cara sederhana, seperti menyebar brosur di pasar modern dan membuat website usaha, jika ingin lebih eksis menurut Christopher, sebaiknya bergabung dengan komunitas organik. Sehingga akan banyak event dan pameran yang diselenggarakan lembaga tersebut (komunitas). Jangan lupa untuk menyasar media sosial.

Dengan harga yang lebih tinggi dari beras biasa, tentu saja Beras Hitam dan Jepang akan lebih menguntungkan. Mengingat para pelaku tidak perlu lagi membeli pupuk atau pestisida kimia yang harganya sangat melambung tinggi. Faktor alami juga menentukan, di mana para pelaku tidak lagi kesulitan dalam memperbaiki struktur lahan pasca digunakan. Karena keadaan struktur tanah tidak rusak. Tidak seperti pada pertanian konvensional yang perlu menghabiskan banyak dana guna membeli kebutuhan pengolahan lahan yang rusak. Biaya terbesar umumnya berupa pembayaran tenaga kerja. Namun masalah itu tetap bisa tertutupi dari harga penjualan yang tinggi. Para penyuka produk organik biasanya lebih fanatik dibanding penyuka beras biasa. Maka meski berlabel harga tinggi, umumnya mereka akan rela membeli.

 

Tips Jitu Meracik Pupuk Bokashi

Halaman: 
Penulis : Riana, Riana