logo


Tertarik Investasi, Slovenia Ingin Tahu Banyak Potensi Bisnis di Indonesia

Slovenia ingin berbagi informasi dan ide inovasi berdasarkan riset kepada pihak Indonesia.

4 Maret 2016 18:15 WIB

State Secretary Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Teknologi Slovenia, Ales Cantarutti. (google)
State Secretary Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Teknologi Slovenia, Ales Cantarutti. (google)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - State Secretary Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Teknologi Slovenia, Ales Cantarutti mengunjungi Kementerian Perdagangan hari ini. Dia mengatakan, kedatangan dirinya dalam rangka pembahasan bisnis dua negara dan Slovenia ingin mengetahui banyak informasi terkait potensi bisnis di Indonesia.

"Saya sangat senang dengan kunjungan ini sebagai delegasi dari Slovenia. Masalah utama dari delegasi kami adalah mendapat banyak informasi dari potensi bisnis Indonesia," ujarnya, di Jakarta, Jumat (4/3).

Slovenia melihat adanya potensi bisnis yang dapat dikembangkan di Indonesia. Walaupun populasi warga Slovenia hanya 1 persen di Indonesia, Slovenia memiliki anggota dari pasar Uni Eropa dengan lebih dari 300 juta konsumen.


Mandiri Investasi Optimis Capai Target Rp66 Triliun di 2020

"Kami pikir ada kesempatan di Indonesia, dan hari ini juga kami membicarakan hal penting dalam konteks bisnis. Bicara Slovenia, kami melihat ada kesempatan di sektor industri, sektor manajemen, sektor pertahanan, sektor energi, dan sektor penting lainnya yaitu pariwisata. Karena kami ingin Indonesia melihat keindahan dari Slovenia," ucapnya.

Tak hanya itu, Slovenia ingin berbagi informasi dan ide inovasi berdasarkan riset. Kesempatan investasi bersama-sama menjadikan pasar Slovenia dan Indonesia semakin dipercayai.

"Kami juga memiliki beberapa persetujuan. Kami akan bertukar kesempatan informasi dari satu dan yang lainnya. Kami juga ingin meningkatkan tidak hanya perdagangan di antara kedua negara, tetapi juga ide-ide," ungkapnya.

Ingin Investasi Forex? Baca Ini Dulu

Halaman: 
Penulis : Rachmad Faisal Harahap, Syukron Fadillah