logo


Ini Cara Unik Ahok Benahi Ibu Kota

Para pegawai magang dibukakan pintu seluas-luasnya untuk mengkritisi setiap kebijakan yang diambil Ahok.

4 Maret 2016 14:57 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Ist)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kali periode ketiga membuka program magang. Menurut sang gubernur, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), inilah jalan untuk mencicipi bagaimana rasanya menjadi seorang gubernur DKI Jakarta.

Ahok menjelaskan, sejauh ini hanya ada sekitar 30 hingga 40 orang saja yang akan diterima dari ratusan lamaran yang masuk. Ahok pun sesumbar bahwa mereka yang diterima bisa menjajal bekerja layaknya seorang gubernur sungguhan.

"Harapan saya, magang itu seperti ini, mereka betul-betu bebas. Bebas di ruangan saya itu. Mereka juga pakai ruang rapat saya, semua data saya buka. Jadi mereka bisa berlagak seperti Gubernur," ucapnya kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (4/3).


Ahok Bongkar Aib Perusahaan, Pertamina Buka Suara: Hal Ini Sejalan dengan Program Restrukturisasi

Selanjutnya Ahok juga mengatakan, para pegawai magang itu dibukakan pintu seluas-luasnya untuk mengkritisi setiap kebijakan yang diambilnya. Lewat kritikan itulah, nantinya para peserta magang harus pula bisa memberikan solusi atas poin-poin yang dikritisi.

Ahok menegaskan, seorang yang pintar seharusnya bisa mengajarkan yang tidak pintar, termasuk, Ahok melanjutkan, orang yang tak pintar itu ialah dirinya. Dengan kata lain, Ahok bersedia berguru kepada peserta magang jika memang dirasa ada yang baik atas hal yang disampaikan.

"Mereka boleh kritik saya. Saya selalu bilang sama mereka kalau bodoh (harus) nurut, kalau pinter (harus) ngajar. Jadi jangan menjadi manusia yang sudah bodoh nggak mau nurut, pinter nggak mau ngajar. Itu istilah kampung saya," kata Ahok. 

Secara terbuka Ahok menyampaikan kepada peserta magang di kantornya, jika mereka pintar akan menerima masukan dari mereka. 

"Kalau mereka pintar, biasanya datang berdua terus bilang sistem bapak terlalu lemah. Ya sudah, apa kelemahannya? dia paparin. Mana solusinya? Dia paparin. Oh masuk akal. Oke serahkan, kira-kira gitu. Saya jadi murid mereka," ujarnya. 

Kementerian BUMN Tanggapi Ahok Soal Pejabat Titipan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah