logo


BNPB Yakin Indeks Resiko Bencana Berkurang 30% Pada 2019

Pengurangan indeks resiko di 136 kabupaten/kota hingga 30% telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

2 Maret 2016 21:11 WIB

Ilustrasi, petugas BNPB. (Dok. Jitunews)
Ilustrasi, petugas BNPB. (Dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yakin indeks resiko bencana di Indonesia dapat berkurang hingga 30% pada 2019 mendatang. Keyakinan tersebut disampaikan ketua BNPB Willem Rangampilei Kesra saat melakukan konfrensi pers di Gedung BNPB Jakarta Timur.

“Dasar keyakinan kami dalam menurunkan indeks resiko bencana adalah dengan melakukan kesiapan dan kerjasama antara pemerintah daerah, personil yang sigap di daerah rawan bencana, peralatan yang memadai, konsep operasi dan komando dengan melibatkan masyarakat sekitar,” ungkap Willen, Rabu (2/3).

Pengurangan indeks resiko di 136 kabupaten/kota hingga 30% telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). 


Bantu Tangani Covid-19, bank bjb Kasih Mobil Operasional ke BNPB

“Sekarang kita masih punya waktu efektif tiga tahun untuk mewujudkannya,” tuturnya. 

Willem menjelaskan, 136 kabupaten/kota itu tersebar di seluruh Indonesia secara merata. Potensi bencana di tiap daerah itu pun berbeda-beda. Dimana saat ini daerah yang sedang mendapat perhatian penanganan banjir adalah Aceh, Medan, Riau, Jambi, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi. Sedangkan kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus dalam penanganan tanah longsor adalah Bukit Barisan, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, NTT, NTB, Maluku, Papua dan Sulawesi.

“Sekarang meski masih banyak daerah yang berpotensi terdampak bencana, kami yakin indeks resiko bencana dapat turun dengan kesigapan tim kami dalam mengantisipasi resiko bencana disetiap daerah di Indonesia,” tukasnya.

Pihak BNPB Bantak Doni Monardo Sudah Divaksin Sebelum Positif Covid-19

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah