logo


Karena Ribut Masela, Karyawan Inpex Dihantui PHK

Akhir tahun 2015 pemerintah idealnya telah mampu memutuskan skema paling tepat untuk pengembangan Blok Masela.

2 Maret 2016 21:10 WIB

Ilustrasi. (Istimewa)
Ilustrasi. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebanyak 65% karyawan Inpex Corporation terancam akan terkena Pemutusan Hubungan Kerja/PHK (lay off) akibat gunjang-ganjing skema pengembangan Blok Masela yang tak kunjung usai.

Seperti yang diketahui, pada akhir tahun 2015 lalu, pemerintah idealnya telah mampu memutuskan skema yang paling tepat untuk pengembangan Blok Masela. Seperti halnya yang direkomendasikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) skema yang paling cocok adalah fasilitas pengolahan gas alam cair di laut Floating Liquefied Natural Gas/FLNG). Namun Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya menyatakan keberatannya, dengan memilih skema pipanisasi melalui jalur darat. Hal ini yang kemudian membuat keputusan pengembangan Blok Masela harus jatuh di tangan Presiden.

Dia mengatakan, revisi plan of development (PoD)‎ pengembangan kilang di Blok Masela seharusnya telah selesai akhir tahun kemarin. Satuan Kerja Khusus Pengelola Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) pun telah merekomendasikan skema pengembangan kilang menggunakan LNG terapung (floating LNG/offshore). Namun, tiba-tiba muncul opsi lain dari Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli agar kilang di Lapangan Abadi tersebut dibangun dengan skema pipanisasi di darat (onshore).


Ini Amanat Menteri ESDM Kepada PLN

"Ini menunda terus, secara ekonomi akan tergerus dan Inpex akan berpikir ini sudah enggak make sense lagi. Dampaknya lay off deh. Baru berantem di media saja, 65% karyawan sudah mau di-lay off," ungkap Direktur Eksekutif Institute of Defense and Security Studies Connie R Bakrie, di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (2/3).

Connie mengaku, pada awalnya pihak Inpex sangat bersemangat untuk mengembangkan Blok Masela bersama partnernya Shell Corporation. Bahkan Inpex telah mengeluarkan dana investasi cukup besar, namun tiba-tiba muncul perdebatan mengenai pengembangan kilang di wilayah tersebut.

"‎Jadi ini legalitas aspek kita ngak jelas, komitmen kita nggak jelas. Padahal yang namanya pengusaha perlu kejelasan. Jadi yang terjadi sekarang itu dampak dari itu semua. Sekarang sudah mulai berjalan," jelasnya.

Rini Soemarno Pertanyakan Kebenaran Tudingan Sudirman Said Soal PLN

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah
 
×
×