logo


Pria Ini Raup Omzet Rp 100 juta Berkat Nila Merah

Dadang Kusdinar: Membudidayakan nila merupakan bisnis yang luar biasa

2 Maret 2016 16:53 WIB

Kolam pembudidayaan ikan nila merah. (Istimewa)
Kolam pembudidayaan ikan nila merah. (Istimewa)

SUBANG, JITUNEWS.COM – Meski Dadang Kusdinar tidak memiliki keahlian khusus di bidang perikanan, namun ia tetap memilih berkiprah membudidayakan ikan nila merah warisan keluarga sejak 10 tahun lalu dengan mengandalkan pengetahuan yang didapat dari pengalamannya sendiri. 

Saat memulai usaha, Dadang menggelontorkan Rp 10 juta sebagai modal awal. Dan, kini Dadang yang merupakan warga Desa Tanggulun Barat, Kecamatan kalijati, Subang, Jawa Barat, ini mampu meraup omzet Rp 100 juta dari panen ikan nila merah. Bagaimana bisa?

“Background pendidikan saya adalah SMA, saya pun dulu mendapatkan pengetahuan biologi ikan nila dari ayah saya. Jadi saya hanya meneruskan usaha budidaya ikan nila ayah saya,” kenang pria kelahiran Subang, 16 Mei 1980 ini.


Isi Masa Transisi Peralihan Cantrang, KKP Lakukan Hal Ini

Selain omzet yang menggiurkan, Dadang tertarik membudidayakan nila merah karena ikan air tawar tersebut memiliki kelebihan dibanding komoditi ikan konsumsi lain. Menurut Dadang, nila merah memiliki daging yang kenyal dan gurih serta memiliki kandungan protein tinggi yang baik bagi pertumbuhan.

”Kelebihan itu yang membuat nila merah lebih laku di pasar, jadi saya tertarik membudidayakannya,” jelas Dadang.

Uang Rp 10 juta yang Dadang jadikan sebagai modal, ia belikan 800 ekor benih nila merah, pakan dan peralatan. Benih tersebut Dadang tebar di 2 kolam berukuran 1.600 m2. Dalam 60 hari ke depan, aku Dadang, nila siap panen dengan bobot 10 gram per ekor. Guna mengembangkan usahanya, Dadang pun dengan cermat memutar omzetnya yang diraupnya untuk membeli 25 kolam pembesaran nila baru. 

“Membudidayakan nila merupakan bisnis yang luar biasa, dari nila kehidupan ekonomi saya berkembang pesat menjadi lebih baik,” ucap Dadang.

Dadang melihat prospek usaha budiaya nila ke depannya masih sangat bagus, apalagi kebutuhan ikan nila selalu ada meskipun saat ini persaingan terbilang lumayan. Untuk menghadapinya, selain menghasilkan ikan nila yang berkualitas, Dadang terus meningkatkan mutu pelayanan, misalnya memberikan garansi selama seminggu untuk memastikan ikan tetap hidup usai pengiriman.

 

KKP Klaim Realisasi Kinerja Pembangunan Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2017 Berjalan Positif

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Riana