logo


Panen Raya, Spekulan Bingung 'Mainkan' Beras

Panen padi terjadi di beberapa wilayah nusantara

2 Maret 2016 13:34 WIB

Petani memegang padi hasil panen. (Dok. Jitunews)
Petani memegang padi hasil panen. (Dok. Jitunews)

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM- Panen padi yang tengah berlangsung saat ini di beberapa wilayah Indonesia, rupanya membuat spekulan bingung untuk memainkan pasokan beras. Spekulan ini dianggap sebagai aktor dibalik meroketnya harga beras di tingkat pasar.   

"Spekulan menilai saat ini adalah musim paceklik, sehingga mereka sengaja menyimpan pasokan beras yang nantinya menciptakan lonjakan harga. Namun nyatanya, saat ini malah terjadi panen di beberapa wiayah. Mereka (spekulan) bingung sudah," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Rabu (2/3), di Yogyakarta.

Untuk diketahui, Amran melakukan kunjungan ke sejumlah kota seperti Cilacap, Baturaden, Purwokerto, Kebumen, Purworejo, serta Yogyakarta untuk meninjau panen beras dan berdialog dengan para petani setempat.


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Selain karena panen raya, menurut Amran, stabilnya harga beras saat ini juga disebabkan oleh dipangkasnya rantai distribusi yang begitu panjang, serta peran petani yang langsung menanam kembali lahannya setelah panen sehingga panen bakal terjadi terus-menerus. 

"Saya pastikan, spekulan (mafia) itu bakal habis. Sebab, kisruh yang dibuatnya sangat menyusahkan masyarakat. Dan saya pastikan, kita tak butuh beras impor lagi," pungkas Amran.

Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro