logo


2.000 Peternak Kepung Istana

Peternak mengeluhkan rendahnya harga ayam hidup di kandang

1 Maret 2016 15:01 WIB

Aksi demo Sekretariat bersama penyelamat peternak rakyat dan perunggasan nasional (Sakberpetrapenas) di depan istana negara, Jakarta (1/3). (dok. Jitunews/Siprianus)
Aksi demo Sekretariat bersama penyelamat peternak rakyat dan perunggasan nasional (Sakberpetrapenas) di depan istana negara, Jakarta (1/3). (dok. Jitunews/Siprianus)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sekitar 2.000 peternak yang berasal dari berbagai asosiasi peternak daerah dan asosiasi peternak nasional, yang menyatu dalam satu wadah bernama Sekretariat bersama penyelamat peternak rakyat dan perunggasan nasional (Sakberpetrapenas), melakukan aksi demo di depan istana negara.  

Aksi tersebut disebabkan rendahnya harga ayam hidup di kandang, yang sangat menyengsarakan peternak. "Harga ayam hidup di kandang sangat rendah mas, hanya Rp 8.000 per kilogram. Harga ini sangat menekan peternak karena biaya pokok produksinya jauh di atasnya," ungkap Sugeng Wahyudi dari Sakberpetrapenas, Selasa (1/3), di Jakarta.

Lebih lanjut, Sugeng menegaskan, kalau hal ini dibiarkan terus, lama-lama usaha peternakan rakyat bisa bangkrut. "Harga jualnya di bawah BPP, siapa yang bisa bertahan kalau kondisinya dibiarkan seperti ini," tegasnya lagi.


Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Oleh karena itu, Sugeng berharap, pemerintah mulai membuka mata dan mulai memperhatikan kehidupan dan keberlangsungan dari usaha peternakan rakyat. "Kalau benar pemerintah berpihak kepada rakyat kecil, maka perhatikanlah suara masyarakat peternak kecil ini dan keluarkan kebijakan-kebijakan yang menunjukkan adanya keberpihakan itu," tukasnya.

 

Asuransi Pertanian Selamatkan Kerugian Petani dan Peternak

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro