logo


Laba Sehat dari Daun Dewa, Mau?

Arif mengaku bisa mengantongi omzet Rp 5 juta per bulan dari usaha budidaya daun dewa

29 Februari 2016 15:20 WIB

Daun Dewa. (net)
Daun Dewa. (net)

SLEMAN, JITUNEWS.COM - Tak hanya mempunyai fungsi estetika, beberapa tanaman juga memiliki manfaat sebagai obat herbal. Seiring maraknya gaya hidup back to nature, dampak positif usaha budidaya tanaman obat kini semakin berkembang. Salah satunya adalah daun dewa.

Salah satu pembudidaya daun dewa ini adalah Arif Prabowo. Pria asal Sleman, Yogyakarta, ini telah  membudidayakan tanamn asli Myanmar ini sejak tahun 2014 di atas lahan seluas 100 m2. Di lahan itu, Arif menanam sekitar 50 batang pohon daun dewa.

Dikutip dari laman Kontan, menyoal budidayanya sendiri, kata Arif, membudidayakan tanaman daun dewa terbilang tidak sulit. Tanaman inipun bisa ditanam secara tumpangsari. Ya, Arif sendiri membudidayakan daun dewa sambil diselingi dengan tanaman cabai.


3 Obat Tradisional Ini Ampuh Usir Asam Urat dan Reumatik

"Selain tak butuh lahan yang luas, perawatan tanaman ini juga sederhana. Bibit daun dewa hanya butuh pupuk dan air secukupnya. Selain itu, tanaman ini bisa ditanam secara tumpangsari. Yang penting, pembudidaya harus buat jarak lubang tanaman. Jadi, daun dewa bisa ditanam persis di bawah tanaman cabai. Dengan begitu, penyiraman bisa dilakukan sekaligus terhadap pohon daun dewa dan cabai," ungkap Arif.

Selain itu, Arif menuturkan bahwa masa panen daun dewa terbilang singkat. Pada usia tiga bulan, daun dewa sudah bisa dipanen. Sekali panen, biasanya Arif bisa mendapat 30 kg daun dewa kering. Karena memiliki kandungan air tinggi, 10 kg daun dewa yang baru dipetik hanya menghasilkan 1 kg daun kering. 

"Tingginya kandungan air membuat daun dewa tebal dan berat," kata Arif.

Yang menarik, harga jual daun dewa ditentukan sesuai iklim di Indonesia, yakni musim hujan dan kemarau. Jika sedang musim kemarau, harga daun dewa hanya Rp 45 ribu per kg. Tapi, pada musim hujan, harganya bisa naik jadi Rp 60 ribu per kg.

Kenaikan harga tersebut, kata Arif, dipengaruhi oleh proses pengeringan daun dewa pada musim hujan yang bisa memakan waktu lebih lama. Pada masa musim hujan, daun tanaman ini juga rawan busuk atau berjamur.

Arif mengklaim, dalam sebulan bisa menjual 111 kg daun dewa kering. Dari penjualan sebanyak itu, Arif mengaku bisa mengantongi omzet Rp 5 juta per bulan.

Anda tertarik mengikuti jejak Arif?

'Sejuta' Manfaat Tersembunyi Daun Sirsak untuk Kesehatan Tubuh

Halaman: 
Penulis : Riana