logo


Revolusi Mental Masih Jauh dari Harapan

Sampai sekarang Indonesia masih jauh dari berhasil dalam tugas mewujudkan suatu tata kehidupan yang merdeka

25 Februari 2016 14:13 WIB

Diskusi  mengenai revolusi mental yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN) di Jakarta, Kamis (26/2). (dok. Jitunews/Bayu)
Diskusi mengenai revolusi mental yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN) di Jakarta, Kamis (26/2). (dok. Jitunews/Bayu)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Soedijarto mengatakan, banyak yang tidak menyadari bahwa sampai sekarang Indonesia masih jauh dari berhasil dalam tugas mewujudkan suatu tata kehidupan negara bangsa indonesia yang merdeka, moderen, demokratis, berkeadilan sosial, berketuhanan yang maha esa dan menjujung tinggi nilai hak asasi manusia (HAM).

"Nyatanya yang kita hadapi adalah suatu proses transisi yang kurang jelas arah dan sasaranya, baik di bidang politik, ekonomi serta aspek sosial budaya lainnya. Baik ilmu pengetahuan, teknologi maupun kebudayaan," ujar Prof Soedijarto saat menjadi narasumber di focus group discussion dengan tema Penerapan konsep Revolusi Mental Yang Telah Dicanangkan oleh Pemerintah Kabinet Kerja 2015-2019 Ditinjau Dari Perspektif Pendidikan, di Jakarta, Kamis (25/2).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN) tersebut dia menambahkan, hal ini terjadi lantaran pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan saat ini belum bermakna sebagai transformasi budaya menuju mantapnya kehidupan negara bangsa Indonesia. Dengan kata lain belum bermakna sebagai Revolusi Mental.

Menurutnya, belum mantapnya sistem politik, belum mapannya sistem ekonomi nasional, rendahnya etos kerja nasional dan rentannya ketahanan nasional bukan karena belum maksimalnya kegiatan di berbagai lembaga politik atau tersedianya infrastruktur politik seperti partai politik dan media pers. Hal itu terjadi justru karena belum tertanamnya didalam diri setiap warga negara nilai-nilai budaya modern.

"Ini terjadi justru karena belum adanya berbagai ketentuan pendidikan yang dirancang untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan," imbuhnya.

Dia menambahkan, mantapnya kehidupan politik maupun ekonomi suatu bangsa ditentukan bukan semata-mata oleh ada tidaknya lembaga-lembaga politik, lembaga-lembaga ekonomi dan lembaga kebudayaan lainnya, melainkan oleh tingkat terinternalisasinya nilai-nilai budaya politik demokrasi dalam suatu masyarakat bangsa.

"Hal ini semua telah diteliti oleh para ilmuwan politik, ekomomi, sosiologi dan antropologi," pungkasnya.

PKN Revolusi Mental Ramai Pengunjung, Menko PMK : Revolusi Mental Ada di Hati Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan