logo


Ini Kronologi Kecelakan Kerja PLTA Wampu Versi Civil Engineering

Cerita dari Civil Engineering tersebut berbeda dengan keterangan dari pihak Polres Karo

25 Februari 2016 10:37 WIB

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). (Istimewa)
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). (Istimewa)

SUMATERA UTARA, JITUNEWS.COM - Berbeda dengan cerita dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Karo, Mr Im Sung Hun selaku Civil Engineering PT Posco Engineering Indonesia (PEN) mengungkapkan, sebelum kecelakaan yang terjadi di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wampu, ada asap yang keluar dari genset.

Hal itu disampaikan Mr Im dihadapan Kapolres Karo AKBP Viktor Togi Tambunan saat dimintai keterangan soal kronologis kecelakaan. Menurut Mr Im, setelah ada asap keluar dair genset, kemudian ia meminta genset tersebut dimatikan.

"Awalnya, ada asap dari genset. Lalu saya suruh matikan genset tersebut kepada operator. Selang beberapa menit keluar empat orang pekerja dari terowongan dengan luka bakar dan meminta tolong. Dari situ saya dan pekerja lainnya langsung turun ke terowongan untuk menolong pekerja lainnya yang masih di terowongan," ungkap Mr Im dalam Bahasa Indonesia secara terbata-bata kepada wartawan baru-baru ini di Karo, Sumatera Utara.


Ini Daftar Korban Kecelakaan Kerja PLTA Wampu

Mr Im menjelaskan, pekerja terowongan berjumlah 17 orang dengan rincian 4 orang berada di atas dan 13 orang dalam terowongan untuk memasang mal terowongan.

Dalam terowongan, Mr Im melanjutkan, dialiri air setinggi pinggang orang dewasa. "Kami belum tahu apa penyebab kejadian itu. Yang saya tahu korslet karena ada asap dari kabel genset," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan mengatakan, hasil penyelidikan sementara menyatakan bahwa kecelakaan tersebut diakibatkan oleh ledakan tabung gas. "Diduga ada percikan api rokok atau mancis, sehingga menyambar gas," pungkas Victor.

Namun kendati demikian, hingga saat ini pihak Polres masih terus menyelidiki penyebab kecelaakaan kerja yang terjadi di PLTA Wampu. Proyek pembangunan PLTA Wampu ini sendiri dikelola oleh PT Wampu Elektric Power (WEP) bersama dua perusahan dari Korea, salah satunya PT PEN yang merupakan penanggung jawab teknik.

Pakar Minta Proyek EBT Harus Peka Lingkungan

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin