logo


Ini Daftar Korban Kecelakaan Kerja PLTA Wampu

Hasil penyelidikan sementara, kecelakaan tersebut diakibatkan oleh ledakan tabung gas.

25 Februari 2016 09:37 WIB

Ilustrasi. (google)
Ilustrasi. (google)

SUMATERA UTARA, JITUNEWS.COM - Hingga saat ini, pihak Kepolisian Resor (Polres) Karo terus mendalamai kecelakaan kerja yang terjadi di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wampu di Desa Rih Tengah, Kuta Buluh, Karo, Sumatera Utara.

Selain 6 korban tewas dalam kecelakaan kerja tersebut, ada 7 pekerja lain yang mengalami luka bakar serius. Dari 6 korban tewas, 5 orang tewas di lokasi dan 1 orang lagi tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Efarina Etaham, Kabanjahe.

6 korban tewas tersebut adalah Anto Cibro, Jali Bako, Ruben Manurung, Hendra Sanjaya, Putra dan Hamzah Haz alias Amar. Sedangkan untuk 7 korban luka diantaranya adalah Dam, Panjang, Didit, Hermansyah, M. Yunus, Ramadhan dan Ewin.


Capai Target 22 Persen di 2026, PLN Cari Sumber Alternatif EBT

Kapolres Karo, AKBP Victor Togi Tambunan mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara menyatakan bahwa kecelakaan tersebut diakibatkan oleh ledakan tabung gas. "Diduga ada percikan api rokok atau mancis, sehingga menyambar gas," ungkap Victor kepada wartawan baru-baru ini di Karo, Sumatera Utara.

Saat kecelakaan terjadi, di dalam terowongan terdapat 17 orang pekerja yang sedang memasang persiapan plagging. Para korban berhasil dievakuasi menggunakan crane dan backet pengangkut sampah, sebab lokasi kejadian berada di kemiringan 360 derajat di atas permukaan tanah dengan kedalaman sekitar 40-46 meter.

Pakar Minta Proyek EBT Harus Peka Lingkungan

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin