logo


5 Nama Diduga Dapat Kucuran Dana Korupsi dari Nazaruddin

Pemberian uang dimaksudkan untuk memuluskan aliran dana dari pemerintah

24 Februari 2016 18:18 WIB

Muhammad Nazaruddin. (Istimewa)
Muhammad Nazaruddin. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis membeberkan nama-nama yang menerima aliran dana dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin saat memberikan kesaksian dalam persidangan di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (24/2).

Kesaksian Yulianis ini cukup mengejutkan karena dana dari Nazaruddin mengalir ke kantong anggota DPR hingga mantan Menteri.

"Ada Pak Said Komisi Agama, Tamsil Linrung. Freddy Numberi, Muhidin, Yoseph (yang menerima aliran dana dari Nazaruddin)," kata Yulianis

Pemberian uang tersebut, tambah Yulianis, adalah untuk memuluskan aliran dana dari pemerintah. Dana tersebut diberikan agar setiap proyek yang ditangani perusahaan Nazaruddin berjalan lancar.

"Uang tersebut dialirkan untuk dapat anggaran proyek. Kalau untuk panitia supaya proyek jalannya smooth," paparnya.

Yulianis juga menjelaskan bahwa proses permintaan dana dilakukan orang marketing yang meminta uang kepada Yulianis. Kemudian permintaan tersebut diajukan kepada Nazaruddin.

"Misal marketing minta Rp 5 miliar nanti saya ajukan ke Pak Nazar, bisa disetujui Rp 2 miliar, itu terserah Pak Nazar," ujarnya.

Dalam kasus ini, Nazaruddin diduga menerima hadiah yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek PT Duta Graha Indah, dan tindak pidana pencucian uang dalam pembelian saham PT Garuda. KPK juga menduga pembelian saham tersebut berasal dari uang hasil korupsi.

Dalam kesaksian mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis untuk terdakwa Nazaruddin sebelumnya, terungkap perusahaan Muhammad Nazaruddin, PT Permai Grup, membeli saham perdana Garuda Indonesia senilai total Rp 300,8 miliar.

Pembelian saham tersebut diduga menggunakan keuntungan yang diperoleh Permai Grup pada proyek-proyek di pemerintah. Menurut Yulianis, pada 2010, Permai Grup memperoleh keuntungan sekitar Rp 200 miliar dari proyek senilai Rp 600 miliar. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli saham Garuda oleh lima anak perusahaan Permai Grup.

KPK menjerat Nazaruddin dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b, subsider pasal 5 ayat (2), subsider Pasal 11 Undang-Undang Tipikor. Selain itu KPK juga menjerat Nazar dengan Pasal 3 atau Pasal 4 jo Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

|berbagai sumber|

Sandiaga Sebut Jakarta Banyak PR, Demokrat: Tenang Bang, Ada Anies Baswedan

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya