logo


Gerindra Bahasakan 'Revisi UU KPK Tutup Buku'

Indonesia memerlukan KPK yang independen dan kuat, karena institusi-institusi lain tak bisa diharapkan.

23 Februari 2016 13:02 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Foto: dpr.go.id)
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Foto: dpr.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Paham bahwa revisi UU KPK sesungguhnya melemahkan institusi pemberantas korupsi, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai sudah semestinya memang harus ditunda pembahasan undang-undang terkait hal tersebut.

Melalui Fadli Zon pula, Partai Gerindra bersikap untuk tidak lagi mempersoalkan penundaan pembahasan revisi UU No 30 tahun 2002 itu.

Fadli menilai, bahwa tidak ada urgensinya parlemen untuk kembali melakukan pembahasan revisi undang-undang tersebut. Apalagi, lanjut Fadli, iklim politik tanah air yang sulit diprediksi pun menguatkan untuk tak lagi meneruskan.


Soal Karhutla, Gerindra: Ini Semua Kesalahan Pemerintah yang Selewengkan Dana.....

"Kita lihat saja, Gerindra tidak masalah, dihentikan juga bagus, dikeluarkan dari Prolegnas juga bagus. Belum ada agenda kedepan untuk membahas revisi undang-undang KPK. Jadi ibaratnya tutup buku dulu soal revisi undang-undang KPK," ucap orang dekat Prabowo Subianto itu di Gedung DPR RI, Selasa (23/2).

Bagi politisi Geribdra itu, penundaan pembahasan revisi UU KPK hanya tinggal masalah teknis prosedur di dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Karena memang sudah menjadi kesepakatan dengan pemerintah, ketika menetapkan Prolegnas dengan longlist dan shortlist.

Artinya, prolegnas prioritas itu kesepakatan dengan pemerintah kalau pemerintah merasa perlu maka tidak masalah jadi prioritas. Kalau Gerindra, lanjut dia, menegaskan tidak perlu lagi berbicara soal revisi undang-undang KPK.

Sebab, Indonesia memerlukan KPK yang independen dan kuat, karena institusi-institusi lain yang diharapkan bisa melakukan penegakan hukum soal korupsi belum mampu untuk menjalankan tugas secara maksimal.

"Jadi kita membutuhkan KPK. Tapi kita harapkan KPK juga betul-betul kuat, dan bebas dari intervensi kekuasaan kasus-kasus dengan pensil alis, menjadi betul-betul bisa bekerja secara maksimal terhadap kasus-kasus yang ada,'' jelasnya.

 

 

 

 

 

 

Siap Pinang Putra Jokowi di Pilwakot Solo, Netizen ke Gerindra, "Jangan Masuk Lubang yang Sama Woy"

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah