logo


Petani Sawit Dihimbau Beli Bibit Bersertifikat

25 Agustus 2014 11:58 WIB


JAMBI, JITUNEWS.COM - Petani sawit atau pelaku usaha perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi dihimbau membeli benih sawit atau kecambah bersertifikat yang memiliki hak cipta di sumber benih kelapa sawit resmi.

Sumber benih resmi itu, yakni PT Socfin Indonesia, PT London Sumatera Indonesia. Keduanya perusahaan asal Sumatera Utara. Kemudian, PT Bini Sawit Makmur di Palembang, PT Tunggal Yunus Estate (Asian Agri) perwakilan Pekanbaru, PT Dami Mas Sejahtera (Smart) perwakilan Kampar, Riau.

Lalu, PT Bakti Tani Nusantara di Batam, PT Tania Selatan perwakilan Palembang, PT Sarana Inti Pratama perwakilan Pekanbaru, PT Sasaran Ehsan Mekarsari di Bogor dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Medan Sumut.

"Itulah sumber benih resmi yang punya hak menjual bibit sawit," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Syadudin, Senin.

Ia menjelaskan, ke-sepuluh sumber benih itu yang selama ini menciptakan benih sawit unggul. Mereka menciptakan dan hak cipta mereka diakui.

"Jika ada yang menjual bibit selain perusahaan tersebut, artinya mereka melanggar hukum, seperti yang marak dijual di warung-warung. Jika dilaporkan, mereka bisa terkena pidana," jelasnya.

Perusahan penyedia benih sawit unggul itu tidak memiliki marketing. Jika petani atau pelaku usaha membutuhkan bibit, harus terlebih dahulu menyampaikan ke Dinas Perkebunan.

"Jika petani membutuhkan 5.000 bibit, cukup rekomendasi Dinas Perkebunan kabupaten. Di atas 5.000 bibit, rekomendasi Dinas Perkebunan Provinsi. Minimal membeli di sumber benih itu 3.000 bibit. Mereka tidak ada marketing, surat pengantarnya untuk membeli benih itu harus dari Dinas Perkebunan dulu," jelasnya.

Benih yang dijual ilegal dengan yang resmi sangat berbeda sekali. Benih ilegal membutuhkan waktu lama agar sawit berbuah, dan hasil buah pun lebih sedikit. Sementara bibit unggul sudah terbukti menghasil buah yang banyak.

"Perbandingannya, jika bibit ilegal menghasilkan 50 ton maka bibit unggul bisa menghasilkan 100 ton. Kualitasnya jelas berbeda sekali," katanya.

Untuk itu, petani hendaknya membentuk kelompok tani , hal itu bertujuan agar pembelian benih sawit bisa dengan jumlah banyak. (ANT)

Pemerintah Baru Diharapkan Kembangkan Lahan Gambut

Halaman: 
Penulis :