logo


Ratusan Karyawan SPBU Rest Area Terancam PHK

13 Agustus 2014 13:41 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ratusan karyawan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di 27 rest area jalan tol berunjuk rasa di depan kantor Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (13/8). Hal itu ditenggarai adanya rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai imbas dari pemerintah mencabut penjualan bensin premium di tol area sejak 6 Agustus lalu.

"Mau di PHK kabarnya. Karena SPBU di jalan tol saat ini menjadi sepi," kata operator SPBU KM 97, Cipularang, Jawa Barat, M Yusuf kepada JITUNEWS.COM.

Yusuf bersama rekan-rekannya sudah datang ke kantor BPH Migas sejak pukul 09.00WIB. Mereka berunjuk rasa menolak rencana PHK 15 karyawan SPBU KM 72 Cikampek.

Para karyawan membawa puluhan spanduk berisi penolakan pembatasan BBM bersubsidi. Mereka menilai kebijakan BPH Migas membatasi BBM bersubsidi di SPBU tertentu adalah bentuk diskriminasi karena berimbas kepada karyawan SPBU.  

Yusuf menilai pengendalian BBM tidak efektif karena bukan merupakan bentuk pengendalian tetapi pengalihan penjualan BBM bersubsidi. Akibatnya  para pengendara memilih mencari premium yang berada di pinggiran jalan tol.

"SPBU Kami sepi mas, mereka cari di luar tol, sehingga terjadi kemacetan seperti di pintu tol Pasteur, Bandung," tuturnya.

Panca karyawan SPBU KM27 Tangerang juga mengatakan, sebanyak 24 karyawan di SPBU tempatnya berkerja rencananya akan di PHK.

Hingga berita ini diturunkan sejumlah perwakilan SPBU saat ini sedang melakukan pertemuan dengan BPH Migas agar mencabut kebijakan penghapusan penjualan premium di semua SPBU jalan tol.
 

Hadirkan 41 Pertashop di Jawa Barat, Masyarakat Pelosok Desa Nikmati BBM Seharga di SPBU

Halaman: 
Penulis :