logo


Catat! Pengrajin Tempe Butuh 160.000 Ton Kedelai per Bulan

Jumlah pengrajin tempe dan tahu diperkirakan mencapai 115 atau 125 ribu orang

19 Februari 2016 14:44 WIB

Seorang pekerja merebus kedelai. (Foto: Antara)
Seorang pekerja merebus kedelai. (Foto: Antara)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Berdasarkan data GAKOPTINDO pada saat ini, jumlah pengrajin tempe dan tahu diperkirakan mencapai 115 atau 125 ribu orang. Mereka membutuhkan pasokan kedelai sebanyak 1,8 juta ton per tahun, atau rata-rata 150-160 ribu ton per bulan.  

Kebutuhan kedelai ini, terang Yus'an, Direktur Eksekutif Asosiasi Kedelai Indonesia (AKINDO), dipenuhi dari kedelai lokal dan impor. "Harga kedelai untuk saat ini cukup stabil. Jadi, kami dukung langkah pemerintah untuk jaga kestabilan harga kedelai di tanah air," ungkapnya, Jumat (19/2), dalam acara temu media, di jakarta.

Menurut Yus'an, hingga kini keseluruhan kedelai yang ada di Indonesia difungsikan sebagai bahan baku pembuat tempe dan tahu. "Kedelai yang diperuntukkan produksi tempe bisa mencapai 60 persen dan sisanya untuk produksi tahu, dan sejumlah produksi lainnya," tambahnya.


Mendekati Hari-H Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Daging

Sementara itu, terkait dengan penyerapan, Yus'an memastikan bahwa hingga saat ini pengusaha kedelai terus menyerap kedelai lokal, bukan hanya kedelai impor. "Hasil pantauan kami, semua kedelai lokal terserap oleh pasar. Artinya, semua kedelai lokal, praktis sudah diproses," tandasnya.

Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro