logo


Harga Kopi Arabika di Bali Melonjak

12 Agustus 2014 11:19 WIB


DENPASAR, JITUNEWS.COM - Harga kopi jenis arabika hasil perkebunan rakyat di tingkat petani di daerah perdesaan di Kabupaten Bangli, Karangasem dan Badung, Bali, pada minggu pertama Agustus 2014 naik Rp 16.000 menjadi Rp 50.000 per kilogram.

"Jika dibandingkan awal Januari harga kopi tersebut masih di posisi Rp 34.000 per kg," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali I Dewa Made Buana Duwuran di Denpasar, Selasa (12/8).

Dia mengatakan petani setempat selalu memproduksi buah kopi berkualitas sehingga harga pun terus menglami peningkatan dan hampir setiap bulan mengalami kenaikan sesuai mekanisme pasar. Harga kopi arabika maupun robusta di daerah ini selama tahun 2014 memang terus mengalami kenaikan, termasuk hasil budi daya lainnya seperti kakao, vanili, mete dan tembakau yang semuanya sudah memasuki pasar ekspor.

Dewa Made Buana Duwuran menyebutkan, kakao hasil perkebunan rakyat Bali yang mulai memasuki pasar ekspor juga mengalami kenaikan dari Rp 32.800 pada Januari lalu menjadi Rp 38.000 per kg dalam minggu I Agustus 2014.

Penambahan nilai jual tersebut cukup berarti bagi masyarakat perkebun di daerah perdesaan.

Sementara, harga buah Vanili di tingkat petani cukup stabil dalam sepanjang pertengahan tahun ini yakni Rp20.000/kg (basah).

Sedangkan vanili kering yang sudah siap ekspor masih tetap Rp 100.000/kg sepanjang tahun 2014. Bali baru memperdagangkan kopi, kakao dan vanili ke pasar antarbangsa dengan perolehan devisa cukup bagus.

Dewa Made Buana mengakui Kakao produksi petani daerah ini dalam jumlah terbatas, belasan ton per bulan, mulai memasuki pasar ekspor dengan tujuan utama konsumen Amerika Serikat, Australia dan Jerman.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali melaporkan bahwa realisasi perdagangan luar negeri berupa kakao baru tercatat sebanyak 67 ton yang dikapalkan ke pasar ekspor dengan harga US$ 586.798 selama Januari-Mei 2014.

Perolehan devisa tersebut ternyata mampu menyalip hasil perdagangan Kopi Bali yang selama ini sudah memasuki pasar mancanegara terutama ke Jepang, Prancis dan negara Eropa lainnya yang hanya US$ 426.580 hasil pengapalan 66 ton. (ANT)

 

Teknologi Ion Beam, Padi Jadi Setinggi 1,5 m

Halaman: 
Penulis :