logo


Barito Utara Kembangkan Buah Langka

12 Agustus 2014 10:54 WIB


BARITO UTARA, JITUNEWS.COM - Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengembangkan ratusan buah-buahan khas Kalimantan yang kini mulai sulit dicari. Pengembangan buah-buah langka tersebut bertujuan mencegah kepunahan mereka.

"Tahun 2014 ini dikembangkan sekitar 500-an bibit buah-buahan langka yang tumbuh di kawasan hutan daerah ini guna mencegah kepunahan," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara (Barut), Setia Budi di Muara Teweh, Selasa.

Menurut Budi, ratusan buah-buahan tersebut dikembangkan di kawasan sentra pembibitan hortikulutra pemerintah Kabupaten Barito Utara di kilometer 7 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu seluas 6,5 hektare.

Buah-buahan langka yang hanya bisa didapat di sekitar hutan di kabupaten pedalaman Kalimantan Tengah ini diantaranya tangkuhis, buku, kapul, manggis dan tangaring. Buah-buahan ini dikembangkan menggunakan sistem okulasi, cangkok dan biji.

"Bibit ini diberikan secara cuma-cuma kepada warga berserta pupuk kandangnya," kata dia.

Budi menjelaskankan, buah-buahan lokal ini sebagian sudah ditanam pada beberapa tahun lalu di kawasan pembibitan, dengan sistem terasering di kawasan berbukitan.

Selain itu sentra agrowisata tersebut juga dikembangkan tanaman jenis empun-empun yaitu serai, jahe, laos dan temu kunci serta tanaman obat langka diantaranya saluang belum, pasak bumi dan mahkota dewa.

Kemudian ditambah pohon buah-buahan lainnya seperti salak tanpa biji, kelengkeng dataran rendah, cempedak lokal, cempedak king (tanpa biji) bibitnya didatangkan dari negara Malaysia, alpukat, mangga, jeruk siam, duku palembang, dan rambutan rapiah serta ratusan durian dari berbagai jenis baik varietas lokal dan unggul nasional

"Untuk durian kita mempunyai varitas lokal jenis gantar bumi yang dipatenkan menjadi unggul nasional yang dikembangkan dengan pola ukolasi," kata Budi. (ANT)

Buah-Buahan Unik dari Borneo

Halaman: 
Penulis :