logo


Di Papua, Elpiji 12 Kg Harganya Setengah Juta

Harganya yang tinggi disebabkan oleh stok Elpiji 12 kg sangat terbatas

18 Februari 2016 12:24 WIB

Ilustrasi gas elpiji 12kg. (Istimewa)
Ilustrasi gas elpiji 12kg. (Istimewa)

PAPUA, JITUNEWS.COM - Gas Elpiji 12 kilogram (kg) non-subsidi di wilayah Sorong, Papua Barat, dalam jangka waktu sepekan ini mengalami kelangkaan serta harga di tingkat pengecer mencapai Rp 500 ribu per tabung.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pengecer Elpiji Sorong, harga gas Elpiji 12 kg non-subsidi berkisar Rp 400 ribu-Rp 500 ribu per tabung dan stoknya juga terbatas.

Salah satu pengecer Elpiji, Salim mengaku, menjual gas Elpiji 12 kg non-subsidi seharga Rp 500 ribu per tabung karena harga di agen naik.


Pertamina Amankan Pasokan LPG di Pandeglang, Biar Dapur Umum Tetap 'Ngebul'

Dia mengatakan, gas Elpiji 12 kg non-subsidi di tingkat agen seharga Rp 275 ribu per tabung, namun pengecer menaikkan harga hingga Rp 500 karena Pemerintah belum mengatur standar harga Elpiji.

"Jika Pemerintah mengatur standar harga Elpiji, maka pengecer tidak akan menaikkan harga sesuka hati," ungkap Salim seperti dilansir dari Antara, Papua, Kamis (18/2).

Menurutnya, tingginya harga Elpiji tidak berdampak terhadap masyarakat di Kota dan Kabupaten Sorong, karena masyarakat pada umumnya lebih banyak menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar bila dibandingkan elpiji. Terkecuali pemilik usaha warung makan dan restoran.

Sementara itu salah satu pemilik usaha warung makan di Sorong, Linda mengatakan, pengusaha warung makan dan restoran menaikkan harga makanan untuk memperoleh keuntungan karena harga gas Elpiji di tingkat pengecer mencapai Rp 500 per tabung.

Untuk harga nasi ikan misalnya, Linda menyebutkan, sebelumnya dijual satu bungkusnya seharga Rp 15.000, namun kini naik menjadi Rp 17.000.

Untuk itu, Linda berharap, agar Pemerintah Kota dan Kabupaten Sorong segera mengatasi kesulitan dalam mendapatkan Elpiji tersebut, serta dapat menambah stoknya.

Yeay! Harga BBM di Ayamaru Utara Kini Sama Seperti di Jawa

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin
 
×
×