logo


BPBL Ambon Usung Budidaya Marikultur Ramah Lingkungan

BPBL Ambon merupakan sumber teknologi inovatif dan adaptif di Indonesia Bagian Timur

18 Februari 2016 11:33 WIB

Salah satu contoh Teknologi Ramah Lingkungan. (HumasDjpb)
Salah satu contoh Teknologi Ramah Lingkungan. (HumasDjpb)

AMBON, JITUNEWS.COM - Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, produksi dari budidaya laut atau marikultur adalah salah satu yang harus terus ditingkatkan. Pasalnya, marikultur dapat berkontribusi banyak untuk mendorong Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia.

"Budidaya laut ini harus terus didorong produksi dan penyebaran teknologinya, salah satunya melalui BPBL (Balai Perikanan Budidaya Laut) Ambon," ujar Slamet Soebjakto pada sambutan tertulisnya dalam Workshop BBIP di Wilayah Kerja BPBL Ambon, Kamis (18/2).

Sementara itu, Direktur Perbenihan, H. Sarifin, BPBL Ambon merupakan sumber teknologi inovatif dan adaptif di Indonesia Bagian Timur, khususnya untuk wilayah Maluku dan Papua.

"Beberapa komoditas seperti Kerapu Sunu dan Bubara atau ikanKuwe, telah mulai berhasil dipijahkan dan sudah menghasilkan telur ataupun larva. Perlu kerja keras lagi untuk meningkatkan sintasan dari larva, sehingga produksi benihnya dapat ditingkatkan. Hal lain yang membanggakan adalah produksi ikan hias laut yang menjadi unggulan dan menjadi acuan dari instansi lain dalam membudidayakan ikan hias tersebut," papar Sarifin.

Untuk lebih meningkatkan produksi rumput laut, lanjut Sarifin, tahun ini, di BPBL Ambon akan membangun laboratorium dan green house rumput laut kultur jaringan (kuljar), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas bibit rumput laut, dengan kapasitas 56,5 ton bibit rumput laut kuljar per tahun.

"Bibit rumput laut kuljar ini mempunyai keunggulan pertumbuhan lebih cepat, gel strength lebih tinggi dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Ini sesuai dengan arahan Presiden RI untuk mengembangkan spesies rumput laut yang unggul untuk diolah lebih lanjut," imbuh Sarifin.

Melalui pertemuan ini, Sarifin pun berharapkan agar BBIP di wilayah kerja BPBL Ambon dapat mendukung program-program pemerintah pusat.

“Kebutuhan benih ikan yang meningkat setiap tahun harus didukung pemenuhannya melalui sinergi antara instansi pusat dan daerah. Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM akan terjadi melalui sinergi ini dan hasilnya akan dirasakan oleh masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan benih, khususnya benih ikan laut," ungkap Sarifin.

Sarifin juga mengapresiasi KODAM XVI Pattimura yang saat ini juga mulai giat melakukan usaha perikanan budidaya.

“Dengan memanfaatkan potensi yang terdapat di Maluku dan Maluku Tenggara, KODAM XVI Pattimura mengerahkan anggotanya untuk melakukan usaha budidaya ikan khususnya budidaya ikan laut. Dan bahkan ikut pelatihan budidaya laut di BPBL Ambon," kata Sarifin.

Sementara itu, Pangdam  XVI Pattimura Mayjen TNI, Doni Monardo, menyampaikan bahwa prajurit TNI AD harus mampu menjadi tauladan di segala bidang termasuk di usaha budidaya ikan.

“Dengan melihat potensi laut yang ada di Maluku ini, budidaya ikan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan dan juga meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Dengan masyarakat yang sejahtera melalui usaha budidaya ikan, maka secara tidak langsung akan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat sekaligus menjaga kedaulatan bangsa," pungkas Mayjen Doni.

KKP Terus Genjot Produksi Komoditas Marikultur di Riau

Halaman: 
Penulis : Riana