logo


KKP Genjot Produksi Marikultur Melalui BPBL Ambon

Slamet Soebjakto: Saat ini, 70% dari total produksi perikanan budidaya berasal dari rumput laut

18 Februari 2016 11:29 WIB

Ilustrasi industri perikanan. (Istimewa)
Ilustrasi industri perikanan. (Istimewa)

AMBON, JITUNEWS.COM - Produksi perikanan budidaya akan terus didorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) lewat usaha budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, produksi dari budidaya laut atau marikultur adalah salah satu yang harus terus ditingkatkan. Pasalnya, marikultur dapat berkontribusi banyak untuk mendorong Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia.

"Dengan pemanfaatkan lahan marikultur yang baru mencapai 2% dari 11,8 juta ha, ini harus menjadi cambuk bagi kita untuk lebih bekerja keras memanfaatkannya, melalui penerapan teknologi budidaya yang mengedepankan efisiensi dan ramah lingkungan," tutur Slamet Soebjakto, pada sambutan tertulisnya dalam Workshop BBIP di Wilayah Kerja Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, Kamis (18/2).

Slamet menambahkan, bahwa sejalan dengan tiga pilar pembangunan, yaitu Kedaulatan, Keberlanjutan dan Kesejahteraan, perikanan budidaya juga akan dibangun untuk menjadi mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan.

"Sebagai implementasi dari hal tersebut, 80,04% anggaran yang ada di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) atau setara dengan Rp. 1,3 trilyun, dialokasikan untuk bantuan langsung kepada masyarakat. Baik berupa sarana produksi perikanan budidaya seperti induk, calon induk, pakan, KJA dan excavator, juga berupa teknologi terapan seperti Biofloc, mina padi, bibit rumput laut kultur jaringan (Kuljar),"  jelas Slamet.

Lebih lanjut Slamet pun menuturkan, bahwa saat ini budidaya laut seperti rumput laut menjadi tulang punggung produksi perikanan budidaya, karena saat ini 70% dari total produksi perikanan budidaya berasal dari rumput laut.

"Demikian juga komoditas budidaya laut lainnya baik ikan konsumsi seperti Bawal Bintang, Kakap Putih dan Kerapu, maupun ikan hias laut seperti Clown Fish, Mandarin Fish, Banggai Cardinal dan juga Blue Devil, ini akan terus didorong produksi dan penyebaran teknologinya, salah satunya melalui BPBL Ambon," pungkas Slamet.

Optimalkan Marikultur Indonesia, KKP Gandeng Norwegia

Halaman: 
Penulis : Riana
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex